ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Pangarmabar, Danlantamal IV Tanjungpinang lama dan baru.  
(Foto: Dade, Tangerangnet.com)  
NET  - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang dari Laksamana Pertama TNI S. Irawan,  kepada Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno,  di Markas Komando (Mako) Lantamal IV Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (21/4/2017).

Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia  mengatakan serah terima jabatan merupakan dinamika dari sebuah organisasi yang terus bergerak maju, agar dari waktu ke waktu menjadi semakin lebih baik. Pergantian pejabat bukanlah sekadar pergantian personel semata, tetapi  bermakna sebagai wujud kepercayaan dari pemimpin TNI Angkatan Laut yang diberikan kepada perwira terpilih.

Penyerahan tongkat komando dan dhuaja, merupakan simbol dari proses estafet kepemimpinan agar organisasi menjadi lebih baik dari waktu ke waktu seiring dengan tuntutan perubahan lingkungan strategis yang terus berkembang, kata Aan Kurnia.

Sebagai Komando Pelaksana Dukungan dan bagian dari Sistem Senjata Armada Terpadu, kata Aan, Lantamal IV Tanjungpinang memegang peranan yang penting di perairan barat. Hal tersebut karenak wilayah kerja Lantamal IV dilalui oleh jalur pelayaran internasional yang melewati perairan Selat Malaka dan Selat Singapura, serta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI-I). Disamping itu, juga terdapat perbatasan wilayah perairan dengan negara tetangga, serta issue hangat belakangan ini tentang Laut Cina Selatan sehingga menjadikan tantangan dalam mewujudkan perairan yang kondusif sebagai etalase bangsa Indonesia di wilayah barat.

Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia mengatakan  menjaga kedaulatan dan penegakan hukum di laut dari pelanggar hukum harus ditegakkan. hal tersebut sangat penting, mengingat bangsa Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber kekayaan alam.

Sampai saat ini, kata Aan, masih dijumpai kejahatan di laut melalui kegiatan illegal seperti illegal mining,  illegal oil dan illegal fishing yang bisa saja merupakan bentuk proxy war atau bagian asimetris war dari negara maupun pihak lain dan merupakan kejahatan yang tidak dapat di toleransi serta harus di tindak tegas. Hal tersebut sangat merugikan negara dan berdampak pada pelemahan kedaulatan bangsa di masa yang akan datang.

Begitu pula dengan peredaran narkotika melalui jalur laut yang terjadi di wilayah barat, kata Aan, harus dapat diantisipasi, mengingat letak geografi wilayah barat yang terdiri dari banyak pulau yang tersebar. Kejahatan Narkoba merupakan upaya pelemahan terhadap mental ideologi bangsa khususnya terhadap generasi muda yang merupakan penerus pembangunan nasional, sehingga hal tersebut menjadi perhatian bersama saat ini. Disamping itu, masalah lain yang patut diwaspadai di laut adalah pencurian terhadap benda-benda cagar budaya bawah air (BMKT) yang memiliki sejarah dan nilai jual tinggi, hal ini harus disikapi dengan tegas. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Pangdam I Bukit Barisan, Kapolda Provinsi Kepulauan Riau, Komandan Guspurlaarmabar, Komandan Guskamlaarmabar, para Komandan Lantamal Jajaran Koarmabar, Danlanud Tanjungpinang, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Instansi Maritim Provinsi Kepulauan Riau, para Bupati dan tokoh masyarakat setempat. (dade)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top