ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Novel Baswedan: semakin membaik.
(Foto: istimewa)   
NET - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak sebagai penggiat anti-korupsi menanyakan tentang kapan hasil penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku penyiriman yang menimpa Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Belum terungkapnya pelaku penyiraman terhadap Novel Baswedan, merupakan bumerang bagi aparat kepolisian,” ujar Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (Truth) Suhendar kepada Tangerangnet.com, Selasa (25/4/2017).

Sebab, kata Suhendar, pengungkapan kasus ini menjadi pertaruhan untuk menegakan kewibawaan negara hukum dan profesional kepolisian sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum. Dari saat kejadian sampai sekarang sudah hampir dua minggu, tapi belum ada tanda-tanda ditemukannya para pelaku.

“Semoga saja, belum terungkapnya pelaku saat ini, adalah karena kepolisian sedang bekerja, dan pada akhirnya akan diungkapkan kepada publik,” tutur Sehendar yang juga dosen di Universitas Pamulang (Umpam) tersebut.

Menurut Suhendar,  hal itu penting agar masyarakat percaya bahwa Pemerintah dan kepolisian masih memiliki komitmen untuk memberantas korupsi. “Pengungkapkan kasus penyiraman tersebut, dapat juga menjadi tolok ukur bagi Polri dalam pemberantasan korupsi,” ucap Sehendar.

Senada dengan Sehendar, Koordinator Madrasah Anti Korupsi Universitas Muhammadiyah Tangerang (MAK UMT) Gufroni berharap polisi fokus dalam mencari pelaku penyiriman terhadap Novel Baswedan. “Jangan melebarkan ke persoalan jualan jilbab online istri Novel,” pinta Gufroni.

Sementara itu, Novel Baswedan kini masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura. Juru bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan kondisi Novel Baswedan kini semakin membaik dan pandangan matanya sudah semakin bagus. (ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top