ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Sachrudin (baju kuning) dan WH (berpeci): berani ya.
(Foto: Syafril Elain, Tangerangnet.com)
Oleh Drs. Syafril Elain, RB, SH   

BERAWAL dari evaluasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat melaksanakan rapat pelno terbuka perhitungan hasil rekapitulasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang dilaksanakan di Kota Cilegon pada 26 Februari 2017. Hasil rapat pleno tersebut, kemenangan untuk pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy (WH-Andika)  mengungguli pasangan Rano Karno dan Embay Mulya Syarif (Rano-Embay).

Meskipun sudah dinyatakan menang oleh KPU Banten, tapi perlu evaluasi. Dari rapat evaluasi tersebut, hasil perhitungan suara ada tiga kota pasangan WH-Andika perolehan suara kalah dibandingkan Rano-Embay. Meski tiga kota tersebut yakni Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon, dan Kota Serang, berdasar hitungan kertas dapat dipastikan WH-Andika menang.

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan Walikota Airin Rachmi Diany dengan kapasitas sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) punya kemampuan untuk memenangkan WH-Andika. Partai Golkar sebagai partai pengusung utama tentu Airin akan memainkan peran penting. Lebih meyakinkan lagi, Airin baru saja yakni pada Pilkada 2015 serentak kembali terpilih sebagai Walikota Tangsel. Namun, apa boleh buat ternyata Kota Tangsel yang lebih unggul Rano-Embay. Meski Airin masih keluarga besar Andika Hazrumy sebagai Wakil Gubernur Banten ternyata tidak banyak membantu.

Begitu juga yang terjadi di Cilegon dengan Walikota H. Tubagus Iman Ariyadi yang menjadi pengurus DPD Golkar Banten, tidak diragukan lagi akan jerih payahnya untuk memenangkan WH-Andika. Namun, hasilnya diluar perkirakan, WH-Andika di kota baja tersebut kalah.

Dan yang paling tidak disangka  yakni kekalahan di Kota Serang. Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman yang juga tokoh Golkardan masih paman Andika Hazrumy. Dari serangkaian tiga kota kekalahan tersebut, secara spontan untuk mengganti kedudukan mereka meski tidak semudah yang diucapkan.

Namun, seusai pertemuan secara spontan rekan-rekan membuat tagline, “Selamat kepada WH-Andika menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017-2022. Gubernur Baru dan Walikota Baru”. Tagline ini pun  tanpa disadari pun disebar melalui media sosial dan menggemalah “Gubernur Baru dan Walikota Baru”.

Namun, setelah tagline tersebut menyebar sama sekali tidak ada pengaruh di Kota Tangsel, Kota Cilegon, dan Kota Serang. Justru terasa getarannya ada di Kota Tangerang, yang suara WH-Adika menang mutlak sekaligus sebagai penentu kemenangan Pilkada Banten 2017.

Rupanya Kota Tangerang yang pada Pilkada 2018 serentak ikut Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota. Meski Arief R. Wismansyah sebagai Walikota Tangerang yang juga kader Partai Demokrarat, pengusung WH-Andika pada Pilkada Banten, ikut “tersengat” atas tagline Gubernur Baru dan Walikota Baru.

Aura Pilkada di Kota Tangerang pun langsung terasa dengan muncul sejumlah nama menjadi bakal calon. Baik dari kader partai politik maupun dari kalangan aktifis non-partai politik. Pada sisi lain, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin mendapat perhatian khusus untuk mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Kota Tangerang.

Dorongan terhadap Sachrudin untuk maju menjadi orang nomor satu di Kota Tangerang karena kini dia menjadi Ketua DPD Golkar Kota Tangerang. Selain itu, ada kebijakan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yang mendorong kader terbaiknya untuk meraih kursi kepala daerah di daerah masing-masing. Hal ini sebagai bagian dari kebijakan setelah Pilkada 2017 serentak yang banyak kepala daerah diusung Golkar meraih kemenangan.

Eforia Gubernur Baru dan Walikota Baru pun sempat muncul setelah Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) memutuskan dalam sidang di Jakarta yakni menolak gugatan yang diajukan oleh Rano-Embay pada 4 April 2017. Pada hari yang sama, Selasa (4/4/2017) di rumah kediaman Wahidin Halim yang dihadiri oleh Andika Hazrumy memberikan kesempatan sejumlah wartawan dari televisi, media cetak, radio, dan online untuk bertanya tentang keputusan MK.

Pengurus partai  politik pengusung pun ikut hadir seeperti Ebi Djauhari dari Partai Golkar sekaligus tim koalisi, Media Warman dari Partai Demokrat lalu muncul Ketua DPD Golkar Kota Tangerang Sachrudin.

Seusai konperensi pers, WH-Andika dan seluruh pengurus mengangkat tangan bergandengan tanda kemenangan. Namun, setelah atas desakan sejumlah orang yang ada seputar lokasi mendekatkan Sachrudin dengan  Wahidin Halim dengan mengangkat sambil mengatatakan “Gubernur Baru, Walikota Baru”.

Akankah  terjadi di Kota Tangerang pada Pilkada 2018 serentak  muncul Walikota Tangerang yang baru, tentu waktu nanti yang akan menjawab. Mari kita tungggu.   ***  

Penulis adalah:
Ketua Panwaslu Kota Tangerang periode 2008-2009.
Ketua KPU Kota Tangerang periode  2009-2013.

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top