ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan
turun langsung ikut mengamakan pendemo.
(Foto: Man Handoyo, TangerangNet.Com)  
NET - Demo supir angkutan kota (Angkot) yang menolak adanya transportasi online berujung dengan kericuhan di beberapa titik di wilayah Tangerang. Pasalnya, ketika mereka berunjuk rasa di kantor Walikota Tangerang di Jalan Satria Sudirman dibarengi dengan sweeping terhadap seluruh angkutan yang beroperasi, tidak terkecuali kepada ojek online.

Sweeping  itu  di antaranya mereka dilakukan di sekitar fly over, Jalan Jendral Soedirman, TMP Taruna, MH Thamrin dan sejumlah jalan lainnya di Kota Tangerang. Mereka tidak segan-segan menyetop Angkot yang beroperasi agar ikut melakukan aksi.

Para penumpang  pun mereka paksa untuk turun dengan cara mengebrak-gebrak pintu Angkot. "Keterlaluan mereka, kami pun dipaksa turun di sekitar perempatan fly over Jalan Jendral Soedirman, sehingga  jalan kaki  sekitar 3  kilometer menuju tempat kerja," ujar Dewi, warga Ciledug yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Tangerang.

Sweeping itu juga mereka lakukan  terhadap ojek online. Dengan cara menghentikan dan menurunkan penumpangnya. Bahkan, mereka tidak segan-segan bertindak kasar. Seperti yang terjadi di pertigaan Jalan TMP Taruna. Selain mendorong-dorong tubuh pengojeknya, helem yang dikenakan penumpang ojek itu diambil dan dibanting hingga pecah.

Petugas kepolisian yang melihat kejadian tersebut berusaha melarang dan meminta agar para pendemo tidak anarkis. Polisi berharap peristiwa itu tidak berlanjut. Sementara itu,  setelah melakukan negoisasi dengan pihak Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Saeful Rohman dan Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar (Kombes) Harry Kurniawan, ratusan supir Angkot yang demo di depan Gerbang Pemkot Tangerang untuk menolak keberadaan transportasi online bubar.

'"Kita bersama  Kapolrestro  Tangerang dan Kadishub ,  sudah sepakat untuk membawa persoalan ini ke Kementerian Perhubungan. Karenanya, kasus ini harus kita kawal, supaya keberadaan angkutan online dibubarkan," kata Ketua DPC Organda Kota Tangerang Edi Faizal Lubis kepada para pendemo.

Mendapat pernyataan seperti itu, para pendemo langsung nembubarkan diri. Beberapa saat kemudian, sekitar pukul 15:30 WIB,   para ojek online datang untuk melakukan balas dendam. Karena supir Angkot sudah tidak ada di tempat, akhirnya mereka juga melakukan sweeping.  Akibarnya nyaris terjadi bentrokan di antara supir Angkot dan ojek online di Jalan Daan Mogot.

Bahkan berdasarkan informasi yang berkembang di Jalan Sangiang, terjadi pengerusakan terhadap beberapa Angkot yang beroperasi di sana. Namun demikian Kapolres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Harry Kurniawan mengaku belum mendengar atas kejadian itu. "Sampai saat ini, kami belum mendapat laporan atas informasi itu," tutur  Kapolrestro.

Sampai berita ini disusun, suasana di beberapa ruas jalan di Kota Tangerang masih dijaga oleh pihak kepolisian. (man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top