ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Bupati Tangerang Zaki Ahmed Iskandar membuka
kain plang TPST: tidak lagi sampah tercecer.
(Foto: Man Handoyo, TangerangNet.Com)   
NET – Guna untuk memaknai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN ) 2017 Pemerintah Kabupaten Tangerang, Senin (20/2/2017) meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Palasari, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten.

Bupati Tangerang  Ahmed Zaki Iskandar mengatakan pembangunan dan peresmian TPST Palasari yang berlokasi di sekitar Perumahan  Griya Citra,  Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang itu, selain untuk mengangantisipasi menumpuknya sampah di Kabupaten Tangerang, juga untuk mewujudkan program gemah ripah  (gerakan masyarakat mandiri sampah) di daerah tersebut.

Ke depannya, kata Zaki, di Kabupaten Tangerang yang saat ini populasi masyarakatnya mencapai 3,3 juta jiwa, tidak terlihat  lagi adanya  sampah yang tercecer di sekitar pemukiman warga. Mengingat dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, 16 kecamatan di antaranya sudah memiliki TPST.

"Target, kami pada 2018 nanti seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang sudah memiliki TPST, sehingga tidak ada lagi sampah yang tercecer di sekitar pemukiman warga," tutur  Bupati Tangerang berharap.

Lebih jauh, Bupati Tangerang menjelaskan dengan adanya TPST yang  tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Tangerang, di antaranya Kecamatan Tigaraksa, Balaraja, Cisauk, Cisoka, Curug, Kelapa Dua, Kosambi, dan Legok, volume sampah di Kabupaten Tangerang yang tiap harinya mencapai 1.000 ton hanya 72 persen dibuang di Tempat Pembuangan Akhir  (TPA) sampah Jatiwaringin, Mauk.

Itu terjadi, katanya, karena sebagian sampah sudah dikelola oleh masyarakat di TPST. Dengan konsep gerakan tiga jari kelola sampah, yaitu pilah, kompos, dan daur ulang. Sehingga sampah yang organik bisa mereka jadikan kompos, sedangkan yang non-organik bisa dikelola untuk menambah penghasilan dan yang residu dapat dibuang di TPA Jati Waringin, Kecamatan Mauj, Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang Syaifullah mengatakan didirikannya TPST di lingkungan masyarakat, tidak lain untuk mengantisipasi menumpuknya sampah di TPS Jatiwaringin, Mauk. Pasalnya dengan luas TPA yang hanya 20 hektar tentunya sampah di TPA itu akan terus meninggi bila tidak diimbangi dengan program tersebut.

Bahkan ke depannya, kata dia, TPA Jatiwaringin itu akan diserahkan kepada pihak ketiga agar dikelola menjadi sumber energi. '”Masalah ini masih dalam pembahasan kami," ucap Syaifullah. (man)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top