ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Wahidin Halim dan Andika Hazrumy.
(Foto:Istimewa)  
NET – Andik Hazrumy sebagai calon Wakil Gubernur Banten yang berpasangan dengan Wahidin Halim sebagai Gubernur Banten (WH-Andika) tampil sebagai “Bintang Panggung” pada debat publik putaran kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017 di Pusat Perfilman Nasional Usmar Ismasil, Jakarta. Acara debat ini disiarkan langsung oleh TV One.

Acara debat yang dimulai pukul 15:30 WIB tersebut dipandu Dwi Anggia berjalan seru dan saling “serang”. Sebelum acara dimulai, Dwi Anggia sudah mengingatkan tata aturan debat yakni antara lain tidak boleh menyerang pribadi. Namun, pasangan calon Wakil Gubernur Banten Embay Mulia Syarief yang berpasangan dengan Rano Karno sebagai calon Gubernur Banten,  justru melakukan pelanggaran.

Puncak pelanggaran yang dilakukan Embay yakni saat Dwi Anggia meminta kepada pasangan calon untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dari calon. Namun, Embay bukan mengemukakan kelebihan tapi justru melakukan serangan pribadi.

"Andika masih muda, masih punya waktu untuk memperbaiki diri. Jangan sampai nanti terpengaruh oleh sikap tidak baik seperti misalnya korupsi. Karena ada pepatah mengataka yang namanya pohon, buahnya tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya. Jadi Andika cocok untuk menyiapkan masa depan," ujar Embay.

Penonton yang hadir pada acara debat itu, langsung memberikan reaksi terutama dari pasangan WH-Andika sementara Dwi Anggia sebagai pembawa acara tidak melihat hal itu serangan pribadi. Namun, penonton terus melakukan protes dan akhirnya kesempatan untuk Embay dihentikan Dwi Anggia meski waktu masih banyak tersisa lalu kesempatan diberikan kepada Andika.

Meski  lontaran ini menyerang pribadi, tapi Andika tetap membalas dengan kata-kata sopan dan santun. "Sebagai yang tua itu memberikan contoh yang baik untuk masyarakat. Kalau saya melihat seperti ini kan Pak Embay memberikan contoh tidak baik untuk masyarakat," ujar Andika.

Andika yang masih tergolong masih usia muda tapi mampu mengendalikan emosinya dan bahkan menasihati Embay yang pernah bekerja sebagai supir pada kakeknya, Tb Hasan Sohib.  Oleh karena tidak mampu membeikan contoh yang baik  itu, kata Andika,  percayakan saja kepada  Wahidin Halim. “Pak WH mampu  meneruskan para pendiri Banten untuk membangun Banten menjadi lebih baik,” tutur Andika dengan tenang.

Bukan itu saja,  Rano Karno mengaku terpesona dengan Andika ketika menjelaskan program yang akan dilaksanakan  yang diapaparkan secara rinci dan jelas. “Maaf, Pak Wahidin dan Pak Embay, Mas Adika lebih cocok menjadi wakil saya karena menjelaskan program nyambung dengan saya,” ungkap Rano Karno.

Rayuan Rano Karno tersebut, tidak ditanggapi oleh Andika kasar tapi dengan santun. Namun, Andika mengatakan program yang telah disusun oleh WH-Andika akan dapat menyejahterakan rakyat Banten. “Saya yakin program telah disusun bersama Pak Wahidin dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat Banten. Saya banyak belajar dari Pak Wahidin,” ucap Andika.

Sementara itu, dengan Andika tampil yang dapat mengendalikan emosi, mendapat banyak simpati dari penonton dan pujian dari pengunjung. Salah seorang  di antaranya Ahmad Datuk, warga Karawaci, Kota Tangerang. “Generasi penerus ternyata harus banyak belajar lagi dengan sosok pemuda yang belia Andika, yang tampil penuh dengan  kesantunan dan beradab. Dia mampu menasihati orang seusia dengan kakeknya,” ujar Datuk terkagum-kagum. (ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top