ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok: sedih.  
(Foto: Istimewa)  
NET - Juru Bicara Komunitas Pemuda Islam Tangerang Selatan, Banten, Dharmin Ibrahim SH, menyampaikan  tangisan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias  Ahok dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN)  Jakarta Utara, Selasa (13/12/2016)  hanya tangisan bualan belaka, bagaikan artis sinetron yang sedang beracting.

"Dulu seorang ibu menangis korban gusuran Ahok mengatakan bahwa ibu itu sedang beracting. Nah, sekarang malah ahok yang  petahana Gubernur DKI Jakarta ini yang sedang bersandiwara, dengan harapan mendapatkan belas kasihan dari Majelis Hakim, sungguh adil Allah Subhanallah Wa Taala," ujar pria yang akrab disapa Mimi kepada  wartawan, Rabu (14/12/2016), di Jakarta.

Ironis sekali  Ahok, waktu  masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta aktif begitu galak dan sangar bagaikan singa yang siap menerkam mangsanya. Ahok mati pun tidak takut. Malah sekarang di hadapan Hakim, Basuki Tjahaja  Purnama ketakutan dengan meneteskan air mata buayanya, bahkan tak lebih dari ayam kecebur selokan.

Sementara itu, sidang pengadilan Ahok tidak boleh lepas dari pantauan Umat Islam.  Sebab, bila terlepas dari kawalan bisa berbahaya karena Majelis Hakim perlu diingatkan  kasus penistaan agama oleh seorang pemimpin daerah tidak boleh lagi terjadi di bumi Indonesia. Artinya hakim harus memberikan efek jera terhadap Ahok dan pemimpin daerah lainnya. "Kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, jangan sampai dimanfaatkan oleh orang-orang yang berkepentingan. Kita harus jaga keagungan Islam, gerakan kita adalah gerakan keyakinan menjaga kitab suci, bukan gerakan politik," ujar Dharmin.

Oleh karena itu, Dharmin mengimbau kepada seluruh pemuda Islam Indonesia khususnya Tangerang Selatan, Banten marilah  bersatu padu mengawal kasus penistaan agama di pengadilan, agar hakim tidak berani bermain-main dalam kasus penistaan tersebut. (dade)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top