ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah saat
menerima  tamu dari BPKP.
(Foto: Pemerintah Kota Tangerang)    
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementrian PUPERA) serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyambut baik usaha Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam upaya memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat sebagaimana yang tertera dengan program Tangerang berbenah.

Hal itu terungkap, ketika Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah berkunjung ke Kantor Kementrian PUPERA dan Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Banten di Jakarta, Senin (28/11/2016).

Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPERA  Sri Hartoyo di hadapan Walikota Tangerang beserta rombongan, pihaknya menyambut baik niatan Pemkot Tangerang yang akan melibatkan lembaga keswadayaan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur di wilayahnya.

Sebab, kata dia, selain pembangunan tersebut bersufat padat karya, juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk aktif dalam melaksanakan pembangunan di daerah tersebut.

“Ini pola yang memang  kami kembangkan. Karena selama ini, kami terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga telah melibatkan masyarakat secara langsung. Contohnya program KOTAKU, ini dimaksudkan biar masyarakat juga punya rasa memiliki terhadap proyek pembangunan yang ada di lingkungannya,” tutur   Sri Hartoyo.

Senada pula dengan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Banten, Arief Tri Hardiyanto, yang juga mengapresiasi usaha Pemkot Tangerang untuk melibatkan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini akan sangat membantu proses pemberdayaan masyarakat di Kota Tangerang,” kata dia.

Menyikapi hal itu, Walikota Tangerang yang didampingi oleh  Sekretaris Daerah Dadi Budaeri,  Asda II Tabrani, Kepala Dinas Cipta Karya Dafiyar Eliadi, dan Inspektur Kota Tangerang Meta Anggareni, mengatakan  pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat memerlukan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak.

“Untuk menata kawasan kumuh, tentu dibutuhkan kolaborasi serta dukungan dari semua pihak. Dalam hal ini, program yang ada di Pemerintah Pusat dan daerah harus senantiasa seiring sejalan dan tepat sasaran sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” terang Walikota.

Adapun penataan kawasan kumuh yang telah dilakukan Pemkot Tangerang pada 2015, kata Walikota, antara lain  perbaikan rumah tidak layak huni. Pembangunan jalan setapak dan saluran drainase, hunian sehat, dan air bersih.

Selain itu, Program Pembangunan Rumah Sederhana Sehat (PRSS) atau Bedah Rumah telah dilakukan sebanyak 1.107 unit. Pembangunan jamban sehat bagi 1.692 warga. Pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 10.400 titik, yang tersebar di 13 kecamatan.

Sedangkan pada  2016, PRSS sebanyak 2.130 unit. Pembangunan drainase sepanjang 99.909 meter persegi. Pembangunan jalan lingkungan seluas 127.088 meter persegi. Pembangunan 2.000 unit jamban dan 38 sumur. Pembangunan PJU lingkungan sebanyak 15.600 titik.

Pembangunan 39 unit rumah sederhana (bantuan Provinsi Banten). Pembangunan sarana dan prasarana air bersih atau air minum jaringan perpipaan 2.400 sambungan rumah.(Adv)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top