ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Sejumlah spanduk dipasang ada dugaan kampanye politik.
(Foto: Istimewa)  
NET - Berbagai elemen masyarakat Kota Tangerang menolak kehadiran Rano Karno pada acara pembukaan Festival Al Azhom kelima di Kota berjuluk Akhlaqul Kharimah. Penolakan ini terkait dugaan Rano Karno memanfaatka jabatan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  untuk kebutuhan kampanyenya.

Hal itu  dikatakan Ubay Permana sebagai Panglima  Gerakan Masyarakat Peduli Demokrasi (Gempar) kepada wartawan, Minggu (2/10/2016).  “Kami menganggap  kegiatan Festival Al Azom dimanfaatkan oleh  Rano Karno untuk.kampanye dalam bentuk terselubung. Hal seperti ini sangat disayangkan, apalagi dibungkus dalam bentuk peringatan hari besar agama, terutama dengan penambahan kegiatan peringatan  Tahun Baru 1Muharram,” ungkap Ubay.

Menurut Ubay,  intinya sebagai masyarakat Kota Tangerang tentu  mendukung dan apresiasi untuk kegiatan Festival Al Azhom.yang sudah kelima ini. “Tapi, kami menolak kalau acara tersebut ditunggangi kegiatan politik apalagi dengan mengguanakan dana APBD,” ucap Ubay..

Ubay mengatakan dari temuan.lapangan, Sabtu (1/10/2016)  banyak hal ganjil karena selama ini kegiatan Festival Al Azhom tidak pernah ada  perwakilan Pemerintah Provinsi  Banten hadir meski diundang oleh Pemkot Tangerang. Selama ini kegiatan PHBI Pemprov Banten juga selalu dipusatkan di Serang. Kesan dipaksakan dan  aji mumpung dalam.memanfaatkan momen Pilkada sangat kentara.

Sementara itu, Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Kota Tangerang M. Lutfi,  yang juga memantau langsung acara tersebut  mengatakan komunitas koalisi menganggap ada dugaan kampanye terselubung.

Lutfi menyebutkan RK yang mengaku sebagai Gubernur secara sah tidak ada salahnya hadir dalam acara apapun yang ada di wilayahnya.  Tapi kehadiran jaringan politik dalam Pilkada kali ini sangat terlihat jelas seperti kehadiran Sekjen DPW PPP Banten Iskandar beserta jajaran menggunakan sorban berwarna hijau yang menjadi ciri khas bakal calon  Wagub Embay.

Selain itu, kata Lutfi, di lapangan faktanya RK juga menggerakan unsur DPC PDIP  Kota Tangerang, dan kebanyakan yang hadir adalah relawan jaringannya RK, dibanding aparatur Pemprov Banten.  Sementara pegawai  Pemkot Tangerang diwajibkan untuk hadir karena diberlakukan absen yang.ketat pada setiap lingkungan organisasi perngkat daerah (OPD).

Atas tudingan tersebut, Kepala Bagian Humas Kota Tangerang Wahyudi Iskandar membantah. “Pada acara pembukaan Festival Al Azhom tidaka kegiatan politik. Ini hanya agenda tahunan,” tutur Wahyudi kepada TangerangNET.Com, Minggu (2/10/2016) malam. (ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

2 Komentar:

Ad Inside Post


Top