ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Para tersangka penyelundupan narkotika menyaksikan  
pemusnahan barang bukti: halaman belakrang.
(Foto: Dade, TangerangNET.Com)    
NET - Badan Narkotika Nasional (BNN) musnahkan 22.027,20 gram sabu dan 24.883 butir ekstasi dari 5 kasus tindak pidana narkotika penyelundupan yang antara lain dimasukkan ke dalam anus. Barang bukti narkotika yang dimusnahkan sebelumnya telah disisihkan untuk keperluan laboratorium, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan sebanyak 128,5 gram sabu dan 10 butir ekstasi.

"Kasus pertama dalam pemusnahan ini tindak pidana narkotika dengan barang bukti paket sabu seberat 8.095,7 gram. )," ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso kepada wartawan, Jumat (7/10//2016), di  kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Modusnya, kata Waseso,  yakni dengan menggunakan kurir untuk pengiriman. Paket sabu yang dikirim dari Malaysia tersebut diketahui milik tersangka AB yang kemudian dimasukan ke dalam barang bukti temuan (lost and found) di rumah AR. Namun,  tersangka AB saat penggerebekan  melarikan diri dan hingga saat ini masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Budi Waseso yang akrab disapa Buwas mengatakan  kasus kedua yakni kasus dengan barang bukti 2.500 gram sabu dan 24.893 butir ekstasi yang disita dari tangan tersangka berinisial MA, 36, S, 39, dan MU, 28, dengan modus diselipkan pada spakbor truk. Petugas melakukan penggerebekan dan menemukan barang bukti  di Jalan Lintas Sumatera.

Kini, kata dia,  para tersangka telah diamankan petugas dan dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Buwas mengatakan ketiga, kasus tindak pidana narkotika yang juga turut dimusnahkan barang buktinya adalah kasus penyelundupan sabu dengan modus menggunakan pil yang dimasukan dalam anus oleh tersangka OKG alias Aguan, 26, SML, 40, dan RS alias Sanep, 36, Selasa (16/8/2016) di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Sebanyak 11 kapsul berisi sabu seberat 638, 4 gram sabu, kata Buwas,  ditemukan tersebut rencananya akan dibawa ke Lombok. Keesokan harinya petugas mengamankan ZH, 37, dan H alias Tompel, 20, yang diketahui sebagai pihak yang menerima barang tersebut. Semua tersangka yang berjumlah lima orang tersebut dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Oleh karena itu, keempat, pemusnahan barang bukti narkotika ini merupakan kasus penyelundupan 507,4 gram sabu oleh tersangka berinisial AT di Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten. "Modus penyelundupan yang digunakan yakni dengan memasukan bungkusan plastik klip berisi sabu ke dalam sepasang sepatu dan juga menyelipkannya ke tiga buah celana dalam," ungkap Buwas.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika. Namun, kasus kelima yaitu penyelundupan dengan modus menggunakan keranjang yang berisikan pisang yang dilakukan oleh tersangka berinisial S alias WY alias Rusti, TTT alias Atat, dan BMF alias Afong, Sabtu (10/9/2016).

"Barang bukti narkotika jenis sabu seberat 10414, 20 gram dipacking ke dalam keranjang berisi pisang kepok diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia melalui Singkawang, Kalimantan Barat kemudian dibawa ke Pontianak dan dikirim ke Pelabuhan Tanjung Priok. Ketiganya diamankan petugas dan dikenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika," kata Buwas. (dade)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top