ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Talang air bocor ikut membuat genangan air.
(Foto: Istimewa)  
NET – Dampak dari tergenang air di Terminal 3 Ultimate, Bandara Seokarno Hatta, Minggu (14/8/2016) dinilai merusak citra bangsa. Bandara yang baru saja diresmikan pada Selasa (9/8/2016)  lalu, uang triliunan rupiah milik negara seakan sirna seketika, hanya sekejap dibanjiri air  dan sirna sudah kebanggaan itu, kini menjadi hal yang memalukan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Komite Nasional Jokowi (Kornas-Jokowi), Akhrom Saleh kepada wartawan, Senin (15/8/2016), di Jakarta.

"Dengan adanya kejadian di atas, maka pada akhirnya menjadi multiefek kegaduhan seperti tertundanya penerbangan (delay) pada  tanggal (15/8) Jakarta-Manado Garuda Indonesia Airlinea, Manifes data penumpang kosong, pilot tidak menandatanginya sehingga penerbangan menjadi ilegal,” tutur Akhrom.

Menurut Akhrom, hal itu pun jadi tanda tanya besar kenapa pilot berani terbang tanpa tanda tangan? Pemindahan gate sesukanya tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada penumpang sehingga membuat penumpang resah, serta menyebakan juga antrean panjang, bandara masih terlihat kotor dan berdebu. Ini sangat mengganggu kesehatan dan kenyamanan penumpang karena proyek masih berlangsung. Kemudian yang paling riskan adalah keamanan Terminal 3 sangat minim yang dapat menyebabkan mudahnya diserang oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

 Sementara itu, kata Akhrom, efek lalai dan tidak cermatnya para pemangku kebijakan serta operator lapangan sehingga menyebabkan kegaduhan di Terminal 3 Ultimate. Siapakah yang bertanggung jawab akan semua hal ini? Tentunya patut diduga Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura II sebagai pemangku kebijakan dan operator harus diaudit dan diminta pertanggung jawabannya, sehingga segala sesuatu yang dipaksakan tidak akan maksimal hasilnya.

Akhrom mengatakan kejadian yang menimpa Terminal 3 Ultimate tidak hanya merugikan keuangan negara, melainkan juga telah merusak harga diri bangsa sebagai chandra dimuka Suatu Negara. "Alasan yang disampaikan oleh Humas Angkasa Pura II bukanlah sebuah alasan melainkan mencari kambing hitam saja agar dapat mengalihkan penyebab utamanya. Bila penyebabnya drainase yang tersumbat kenapa tidak dari awal pembangunannya dikontrol secara signifikan, toh ini bukan Airport percobaan melainkan garda terdepan sebuah bangsa," ujarnya.

Komite Rakyat Nasional-Jokowi, kata Akhrom, meminta kepada aparatur penegak hukum yang berwenang seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi-red), BPK (Badan Pemeriksa Keuangan-red), Kejaksaan Agung dan Pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk memanggil Menteri Perhubungan dan Direktur Utama Angkasa Pura II, untuk dimintai keterangannya. Hal ini mengetauhi apa penyebab kejadiaan tersebut, apakah human eror atau bahkan diduga terjadinya kebocoran anggaran negara. Hal ini agar publik dan masyarakat Indonesia tidak menjadi bertanya-tanya apa penyebabnya.

"Apabila hal ini tidak ditanggapi dengan serius maka, kami tidak akan sungkan-sungkan melakukan gerakan massa rakyat turun ke jalan,  serta tak luput juga kami akan terus menuntut, meminta pihak berwenang agar melakukan pemeriksaan terhadap Kementerian Perhubungan dan Angkasa Pura II," ucap Akhrom mengancam. (dade)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top