ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Memed Chumaedi: ada konflik.
(Foto: Istimewa)  
NET – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banten tidak mudah menerima usulan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang memasangkan H. Rano Karno dengan H. Achmad Taufik Nuriman (ATN) menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2017. Alasannya, Rano Karno sekarang ini membutuhkan seorang pendamping birokrat atau mantan biro untuk menjadi wakil.

Hal itu disampaikan pengamat politik Memed Chumaedi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) kepada TangerangNET.Com, Jumat (26/8/2016).  “Usulan dari Gerindra tersebut belum tentu diakomodir oleh PDIP dan Rano Karno,”  ujar Memed.

Memed menjelaskan Rano setelah menjadi Gubernur merasakan perlu dan butuh ada wakil dari kalangan birokrat dan bukan dari partai politik. “Rano mencari sosok birokrat yang tepat untuk mendampinginya,” tutur Memed.

Di sisi lain, kata Memed, selain Gerindra masih ada partai politik lainnya seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).  “Justru saya mendapat info bahwa dengan PPP dan Nasdem, PDIP sudah ada kesepakatan. Bentuk kesepakatan tersebut, kedua partai politik ini akan mengusung Rano Karno tanpa syarat mengajukan calon wakil.Hal ini membuka peluang Rano mengambil wakilnya dari kalangan birokrat,” ujar Memed.

Hal lainnya yang membuat daya tawar Gerindra menjadi rendah, kata Memed, bahwa publik mengetahui antara ATN dengan Ribka Tjiptaning punya hubungan yang  kurang bagus atau pernah berkonflik. Tjiptaning adalah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Korwil Jabar-Banten.

“PDIP Banten itu, pemilik paham Tjiptaning mencapai 80 persen. Artinya, kalau Tjiptaning tidak setuju dengan ATN, menjadi semakin sulit dipasangkan dengan Rano Karno. Meski politik itu cair, tapi di depan publik belum ada “rujuk” antara ATN dengan Tjiptaning,” ungkap Memed.

Oleh karena itu, kata Memed, ATN bukan orang menjadi pilihan  Rano Karno  ditambah fakor hubungan yang belum “rujuk”  antara ATN dan Tjiptaning. “Melihat dari surat DPP Gerindra yang beredar luas, sepertinya Gerindra yang bernafsu untuk memasangkan Rano Karno dengan ATN,” ucap Memed.

Surat Gerindra dengan No.08-325/Rekom/DPP Gerindra/2016 hal rekomendasi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Periode 2017-2022. DPP Gerindra menyetujui dan merekomendasikan Sdr H. Rano Karno sebagai bakal calon Gubernur Banten Periode 2017-2022 dan HA Taufik Nuriman sebagai bakal calon Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022. Surat tersebut ditandatangi oleh Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani tertanggal 12 Agustus 2016. (ril)  

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top