ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Kombes Herry Sumarji (pakain dinas) dan  
Mulyadi (baju batik):  ingin beli mobil.
(Foto: Man, TangerangNET.Com)  
NET - Mengaku sebagai pilot Garuda dan membawa kabur mobil Toyota sport type 86 2.Ol AT dengan nomor polisi  B 1636 CAA milik Mulyadi, anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Golkar, My alias Andi, 27, dibekuk petugas Polres Metro Bandara Soekarno Hatta (BSH) di Sleman Yogjakarta.

Kapolres Metro BSH Komisaris Besar Herry Sumarji, Rabu (10/8/2016), mengatakan penangkapan terhadap pilot Garuda gadungan itu berawal dari laporan korban yang mobilnya dibawa kabur oleh pelaku.

Itu terjadi, kata Kapolres, saat korban hendak menjual mobilnya.Tiba-tiba pelaku datang kepada istri korban dengan berpura-pura ingin membeli mobil tersebut. Setelah terjadi kesepakatan harga, pelaku yang mengaku baru melakukan penerbangan ke Jakarta, meminta kepada istri korban agar mengantarkan mobilnya ke Terminal 2 BSH.

Saat itu juga, kata Kapolres, pelaku yang mengenakan seragam lengkap pilot, berpura-pura ingin mencoba mobil tersebut.Tanpa rasa curiga istri korban langsung memberikannya. " Begitu mobil dibawa, pelaku langsung menghilang," ucap Kapolres.

Kemudian, katanya, oleh korban kasus itu dilaporkan kepada petugas di Polres Metro BSH  yang langsung melakukan penyelidikan, sehingga dalam waktu 24 jam, pelaku yang berasal dari Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balik Papan Timur, Kota Balik Papan, Kalimantan Timur dibekuk di rumah kekasih gelapnya di Sleman, Yogyakarta.

"Ternyata pelaku ini sudah beberapa kali menjalankan aksinya di beberapa wilayah di Kalimantan dan Jakarta. Dan untuk melancarkan kejahatannya, ia selalu  berpindah-pindah menginap di hotel," ungkap Kapolres.

Sementara itu, Mulyadi mengaku percaya terhadap korban, karena pengaruh istrinya. "Istri saya percaya, karena saat dia datang ke rumah untuk mengecek mobil mengenakan seragam pilot,"  tutur Mulyadi.

Ditambah lagi, kata dia, pelaku akan melakukan pembayaran mobil seharga Rp 575 juta itu, sesaat setelah melakukan penerbagan di Terminal 2 BSH. "Saat itu, saya tidak mendampinginya karena sedang ada rapat di kantor (DPRD Kota Tangerang-red),"  ucap  Mulyadi yang mengaku beberpa kali berhububgan dengan pelaku via telpon genggam.

Di hadapan petugas, pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai supir pribadi itu mengaku mendapatkan seragam lengkap pilot Garuda  dengan cara membeli di Pasar Senen, Jakarta Pusat.  (man) .

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top