ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Pengunjuk rasa dihadang di depan pintu gerbang.
(Foto: Istimewa)  
NET  – Sejumlah warga melancarkan aksi unjuk rasa  lantaran adanya dugaan penyimpangan dalam penjualan formulir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2016/2017. Pengunjuk rasa  yang tergabung dalam Patriot Nasional (Patron) melakukan aksi demo di depan kantor Dinas Pendidikan Kota Tangerang  berlokasi di Jalan KS Tubun, Gedung Cisadane Kota Tangerang, Kamis (21/7/2016).

Dalam unjuk rasa tersebut, para demonstran membawa spanduk dan poster yang dibentang di depan pintu masuk Gedung Cisadane, tempat Dinas Pendidikan berkantor. Namun, gerakan pengunjuk rasa dihadang oleh petugas keamanan Gedung Cisadane. Pengunjuk rasa menyampaikan orasinya pun di depan  pintu masuk.

“Kami meminta pertanggungjawaban dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang lantaran  dalam Penerimaan Peserta Didik Baru, khususnya pada tahun 2016/2017 yang penuh dengan permainan uang untuk melakukan jual beli formulir,” ujar Saipul Basri, koordinator aksi saat menyampaikan orasi.

Saipul menilai ada pembohongan publik, karena sudah jelas di PPDB online terpampang jumlah daya tampung di setiap sekolah. Kenyataannya, di setiap sekolah yang ada di Kota Tangerang  masih tersisa bisa mencapai 30 persen siswa baru.

Ada pun oknum dari temuan tersebut, kata Saipul,  berasal dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang, anggota DPRD Kota Tangerang, bahkan hingga ke tingkat kepala daerah yang  bermain dalam penerimaan PPDB online.  Temuan yang kini ramai diperbincangkan di masyarakat harus segera dapat diatasi mengingat dunia pendidikan merupakan salah satu modal untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Jual beli formulir ini kita temukan mulai dari Rp 5 sampai 25 juta. Inikan nilai yang fantastis  ada siswa yang ingin mengeyam pendidikan tapi sudah disuguhi dengan hal-hal yang sifatnya menjual formulir. Mau jadi apa penerus bangsa kita ini kalau seperti ini. Adapun formulir yang saya dapatkan yakni SMK 4 dan SMK 2 Tangerang,” ungkap Saipul.

Saipul  mengaku temuan tersebut sebenarnya telah dilaporkan sejak dua minggu lalu ke Kejaksaan Negeri Tangerang. Namun hingga kini tidak ada  kepastian tindaklanjut atas laporan yang telah dilayangkan.  ”Kami sudah laporkan namun nyatanya tidak ada tindak lanjut. Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan kembali melaporkan tersebut ke Polda Metro Jaya,” tukasnya.

Namun aksi demo yang dilakukan tersebut tidak  mendapatkan respon positif dari Dinas Pendidkan Kota Tangerang. Bahkan sejumlah perwakilan pendemo yang berusaha masuk ke Kantor Dinas Pendidikan tidak berhasil menemukan seluruh pejabat sehingga aksi tersebut dilanjutkan hingga ke Gedung Pusat pemerintahan Kota Tangerang.

Sementara itu, permainan jual beli formulir juga terjadi saat PPDB tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahkan salah seorang orangtua murid saat mendaftarkan anaknya, mendapat informasi dari petugas sekolah yang menyebutkan mendapat jatah masuk adalah anggota DPRD Kota Tangerang dan  wartawan.

“Yang dapat dapat jatah masuk ke sekolah ini adalah anggota DPRD Kota Tangerang dan wartawan,” ujar orangtua murid yang tidak ingin disebutkan namanya. (ril)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top