ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat berdialog dengan
Wakil Walikota Tangerang Sachrudin.
(Foto: Istimewa)  
NET - Ikon Taman Potret dan tong sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), non-organik dan organik yang ditampilkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam stand pameran Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke-20 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Kamis (9/6/2016), mendapat perhatian dari  Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla.

Orang nomor dua di Indonesia ini menghentikan langkahnya  sejenak guna melihat dan bertanya apa saja stand yang disajikan oleh  Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tangerang. "Kota Tangerang menampilkan apa aja nih," tanya Wapres kepada Wakil Walikota Tangerang Sachrudin yang sedang berada di stand BLH Kota Tangerang.

Setelah dijelaskan secara menyeluruh, akhirnya Wapres beranjak menuju ke stand lainnya. "Keikutsertaan Pemkot Tangerang untuk yang kesekian kalinya ini pada acara ini merupakan  bentuk komitmen, kepedulian serta dukungan terhadap pelestarian lingkungan," ujar Wakil Walikota kepada Wartawan.

Selain itu, Wakil Wali Kota Tangerang yang didampingi Kepala BLH Kota Tangerang Liza Puspadewi menjelaskan kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab semua  warga Negara Indonesia yang dikaruniai keanekaragaman hayati, mulai dari tumbuh-tumbuhan hingga aneka satwanya.

“Kehadiran kami di sini sebagai dukungan atas upaya untuk terus menjaga keseimbangan alam dan ekosistemnya,” tutur Wakil Walikota      

Upaya Pemkot Tangerdang sendiri, kata Sachrudin,  dalam menjaga keseimbangan alam dan ekosistemnya, turut direpresentasikan melalui berbagai program, di antaranya Tangerang Bersih, Tangerang Hijau, Tangerang Sehat, serta Tangerang Berkebun.

Selain itu, tambah dia,  berbagai sarana publik seperti taman pun terus dipercantik dan ditingkatkan, baik dari segi kuantitas mapun kualitasnya. Dengan harapan, agar  masyarakat  turut dapat berpartisipasi disetiap program yang ada.

“Masyarakat juga dapat merasakan manfaat dari menjaga keseimbangan lingkungan. Selain baik untuk kesehatan juga untuk keberlangsungan kehidupan selanjutnya,” serunya.

Seperti diketahui kegiatan yang merupakan rangkaian  peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia pada  5 Juni ini, dibuka oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Dengan mengusung tema, “Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan".

Menteri Lingkunan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, lingkungan dipilih guna mendorong masyarakat untuk lebih peduli melawan dan mencegah segala bentuk kejahatan dan peredaran ilegal terhadap Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL).

“Tumbuhan dan satwa adalah dua unsur penting penunjang kehidupan sebagai penyeimbang siklus karbon, menjaga regenerasi hutan dan penyeimbang ekosistem kehidupan,” terang Siti saat memaparkan laporannya di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para tamu undangan yang hadir.

Menurutnya, selain sebagai sarana pembinaan masyarakat melalui kampanye dan pendidikan lingkungan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat pada aspek pelestarian hutan, perbaikan lingkungan hidup dan peningkatan nilai ekonomi yang dihasilkan dari pengelolaan sumber daya alam dalam berbagai produk yang ramah lingkungan.

Wapres pun turut mendukung upaya KLHK dalam menyosialisasikan pentingnya lingkungan hidup menjadi aspek yang perlu dilindungi dan jadi perhatian masyarakat. Namun, menurut Wapres disamping kesadaran, sistem hukum yang tegas dan efektif pun harus turut dibangun. Khususnya penegakan hukum lingkungan terkait pencemaran dan kerusakan lingkungan. “Kesadaran akan semakin terbangun,  kalau hukum jelas dan tegas. Maka koordinasi seluruh pihak baik Pemerintah, masyarakat, perusahaan, lembaga swadaya masyarakat, patut dioptimalkan sebaik mungkin,” tuturnya saat membuka acara.

Hal ini tentunya sejalan dengan upaya yang telah dan akan terus dilakukan Pemkot Tangerang, kata Kepala BLH Kota Tangerang.  Pemkot Tangerang selama ini terus berupaya menjaga keseimbangan lingkungan seperti halnya upaya BLH yang telah meluncurkan pos pengaduan lingkungan hidup.
Liza mengatakan pos pengaduan lingkungan hidup yang disediakan, tak lain sebagai sarana untuk memfasilitasi pengaduan dari masyarakat atau pihak manapun yang ingin melaporkan kondisi pencemaran lingkungan di wilayah Kota Tangerang.

"Kalau ada keluh kesah terkait isu lingkungan, bisa menyampaikan melalui pos tersebut," katanya. (man)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top