ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Kasi Pidum Kejari Tigaraksa Pradhana Probo Setyarjo.
(Foto: Syafril Elain, TangerangNET.Com)  
NET – Kejaksaan Negri (Kejari) Tigaraksa Kabupaten Tangerang merasa heran kenapa anggaran penanganan perkara turun drastis. Dari 800 perkara pada tahun  lalu  yang dibiayai negara dan tahun ini turun menjadi 354 perkara.

“Saya tidak tahu persis kenapa begitu drastis turunnya. Sementara penanganan perkara dari tahun ke tahun terus meningkat,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Tigaraksa Pradhana Probo Setyarjo, SH kepada wartawan akhir pekan ini.

Pradhana menjelaskan dalam satu hari penanganan perkara mulai dari penyidikan sampai penuntutan dan sidang di Pengadilan Negeri Tangerang biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 7 juta. Biaya yang paling besar dikeluarkan adalah untuk mengangkut para terdakwa ke pengadilan.

Menurut Pradhana, jarak tempuh antara kantor Kejari Tigaraksa dengan Rumah Tahanan Jambe serta Pengadilan Negeri Tangerang cukup jauh. “Pengeluaran dana mulai dari bahan bakar, biaya tol, dan biaya pengawalan. Setiap hari harus  ada uang untuk mengangkut tahan yang akan bersidang,” ungkap Pradhana.

Pada tahun ini saja, kata Pradhana, sampai Mei 2016 Kejari Tigaraksa sudah menangani  sebanyak 464 perkara. Sementara dana yang disediakan dalam anggaran pada tahun ini hanya untuk 354 perkara. “Ini masalah yang sedang kami hadapi,” tutur Pradhana.

Begitu juga dengan kendaraan angkutan tahanan, kata Pradhana, sekarang ini hanya ada  4 unit. Sedangkan kebutuhan kendaraan setiap harinya seharusnya  5 unit. “Hal ini karena dalam satu hari kali sidang, tahanan yang diangkut dari Rutan Jambe ke pengadilan berkisar antara 100 sampai 150 orang,” ujar Pradhana menguraikan.

Sedangkan pada tahun lalu, kata Pradhana, Kejari Tigaraksa menangani 1.100 perkara. “Nah, angka penanganan perkara pada tahun bisa lebih banyak dari tahun lalu,” ucap Pradhana. (ril) 

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top