ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Warga Dadap membentangkan spanduk ukuran besar
untuk menghadang petugas masuk ke wilayah tersebut.
(Foto: Istimewa)    
NET - Ribuan warga nelayan Kampung Baru, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/4/2016) turun ke jalan dan memblokirakses menuju kampung tersebut untuk menghadang surat peringatan pertama (SP-1) atas penggusuran rumah mereka yang dilayangkan oleh Buipati Tangerang Acmed Zaki Iskandar.

Dalam aksinya, warga juga melengkapi diri dengan berbagai sepanduk yang bertuliskan penolakan atas penggusuran rumah mereka serta reklamasi pantai Dadap di pesisir pantai utara tersebut. "Kami menolak SP-1, karena kami merasa dibohongi oleh Bupati Tangerang Zaki Ismet Iskandar," Kata Gunawan, warga setempat.

Awalnya, kata dia, Pemda Kabupaten Tangerang mengatakan yang akan digusur adalah sejumlah kafe yang dijadikan sebagai tempat praktek prostitusi. "Kalau ini sepenuhnya kami mendukung .  Tapi kenapa tiba-tiba penggusuran tersebut diakukan juga kepada pemukiman warga yang sudah menempati  Kampung Baru sejak puluhan tahun yang lalu,” tutur Gunawan keheranan .

Parahnya lagi, kata Gunawan, rencana penggusuran  tidak disertai dengan  relokasi yang jelas. Seperti yang pernah dilakukan oleh Pemda DKi Jakarta terhadap warganya di daerah Kalijodo. "Kita ini meskipun bodo adalah manusa yang patut diperlakukan sebagai manusia," ungkap Gunawan yang diiyakan pula oleh warga lainnya.

Dan di dalam penggusuran itu, kata dia, Bupati Tangerang hanya mengumbar janji akan menempatkan para nelayan di rumah petak kontrakan secara gratis selama satu tahun. Kemudian setelah pembangunan rumah susun dilaksanakan, warga baru mau ditempatkan di sana. "Kalau rencana pembangunan itu sudah ada, tolong tunjukkan kepada kami di manakah tempatnya," imbuh Gunawan bertanya.

Samahalnya kata Aris yang mengaku sudah menempati tanah tersebut sejak tahun 1975 lalu. Ia meminta kepada Pemerintah agar  menghentikan rencana penggusuran itu. "Kami ini hanya nelayan yang tidak pernah berbuat  macam-macam. Dan  Kami menuruti keinginan Pemerintah yang katanya akan menggusur lokalisasi prostitusi. Sekarang lokalisasi tersebut sudahg banyak yang menyingkir sendiri. Tapi kenapa sekarang kami yang diusik," ujar Aris.

Sementara itu, Misbah tokoh masyarakat Kampung Baru, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabuipaten Tangerang mengatakan,  aksi itu digelar  sebagai wujud dari penolakan SP-1 Pemda Kabupaten Tangerang  kepada warga  nelayan Dadap.  "Kami akan tetap  mempertahankan tanah dan bangunan di Kampung Baru Dadap ini, hingga  Bupati Tangerang mampu menyiapkan relokasi yag jelas buat warga.

"Tolong jangan bohongi warga demi kepentingan pengusahs yang akan mereklamasi Pantai Dadap," kata Misbah.

Melihat kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan, ratusan petugas dari  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang yang di back-up oleh pihak kepolisian dan TNI tidak bisa berbuat apa-apa. Namun demikain, mereka tetap akan memberikan SP-1 tersebut melalui perwakilan warga (tim 21) . "Berdasarkan kesepakatan yang ada, SP-1 itu tidak harus disampaikan kepada warga, tapi cukup melalui perwakilannya di Tim 21," kata dia.

Dan itu sudah diterima oleh ketuanya, Saiful di Kelurahan Dadap. (man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top