ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Menteri Anies Baswedan saat memberi penjalasan.
(Foto: Dade, TangerangNET.Com)  
NET -  “Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)  kami sajikan mengingat semakin banyaknya sekolah mau menyelenggarakan UNBK tersebut. Jika tahun lalu baru  500-an sekolah percontohan pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK), tahun ini lebih dari 4.000 sekolah  menggelar ujian nasional dengan komputer tersebut,”  ujar Anies Baswedan.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Bawesdan mengatakan jumlah tersebut kemungkinan bertambah mengingat ada 120 sekolah yang masih dalam proses klarifikasi. Sejak 2015 yang lalu, sekolah yang menjalankan UN mendapat dua komponen laporan, yaitu akademik dan integritas.

"Pemerintah daerah provinsi, dan kabupaten/kota juga menerima laporan ini," ujar Anies,  Senin (4/4/2016), kepada wartawan tentang review (ulasan) penyelenggaraan UN hari pertama,   di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Mendikbud berharap melalui laporan tersebut, revolusi mental dalam dunia pendidikan dapat diwujudkan, yakni  kejujuran  menjadi aspek yang penting dan mendasar. Namun, penyelenggara UNBK 2016 menggunakan semi daring, yaitu naskah soal dikirim dari server pusat secara daring melalui jaringan (sinkronisasi), ke server lokal milik sekolah.

Kemudian sekolah menyelenggarakan ujian secara luar jaringan (luring) dengan server lokal sekolah. "Selanjutnya, hasil ujian para siswa tadi dikirim kembali dari server lokal milik sekolah, ke server pusat secara daring (melalui unggah)," ujarnya.

Anies menjelaskan pelaksanaan UNBK berlangsung bersamaan dengan Ujian Nasional Berbasis Kertas. Perbedaannya, UNBK akan berakhir berbeda karena di dalam sehari hanya ada satu mata pelajaran yang diujikan, sedangkan jumlah peserta yang dapat menempuh UNBK perhari dibatasi oleh ketersediaan komputer, sebagai sarana prasarana ujian.

"Oleh karena itu, sebagai bentuk melek teknologi di bidang pendidikan, UNBK memiliki manfaat  yaitu memudahkan dalam pengamanan dan penyediaan logistik naskah soal dan Lembaran Jawaban UN, memperkecil keterlambatan distribusi naskah soal mengurangi hambatan akan ketidakjelasan hasil cetak naskah soal," ujarnya.

Pada siswa yang berkebutuhan khusus, UNBK dapat mengakomodasi siswa dengan ketunaan misalnya low vision, saat mengerjakan soal maka tulisan dan gambar bisa diperbesar di komputer. Kemudian, UNBK memungkinkan untuk dilakukan beberapa kali di dalam setahun, sehingga siswa lebih singkat menunggu penyelenggara UNBK berikutnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Nizam menjelaskan penyelenggara ujian nasional nasional (UN) di seluruh sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) akan sama dengan tanah air. Di beberapa SILN seperti Malaysia, Singapur, dan Arab Saudi UN yang dilaksanakan adalah berbasis kompute (UNBK).

"Persiapan UNBK di SILN cukup baik dengan melakukan kegiatan-kegiatan seperti uji coba (tryout). Di sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) misalanya, uji coba (tryout) untuk kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA) telah dilakukan tujuh kali," kata Nizam.

Oleh karena itu, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur telah menyelenggaraka UNBK sebanyak dua kali untuk kelas IX SMP pada tahun 2014 dan 2015, dan pada  2016 menjadi tahun pertama siswa SIKL kelas XII SMA mengikuti UNBK. Namun, pelaksanaan uji coba UNBK bagi siswa SMA lebih ditingkatkan, dan disesuaikan dengan pelajaran kelas. (dade)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top