ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Menristekdikti M. Nasir dan Walikota Tangerang Selatan
Airin Rachmi Diany: memberi penjelasan kepada wartawan.
(Foto: Dade, TangerangNET.Com)    
NET - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), mendorong proses hilirisasi dan komersialisasi teknologi bisa melalui berbagai cara. Salah satunya dengan mengoptimalkan kembali atau merevitalisasi Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) sebagai bagian penting dari pembangunan nasional.

Fungsi Puspiptek diarahkan selain untuk memperkuat aspek riset dan pengembangan teknologi, juga memperkuat aspek hilirisasi dan komersialisasi serta bisnis teknologi. "Namun, ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) pada dasarnya haruslah memberikan kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi bangsa," ujar Menteri Mohammad Nasir kepada wartawan, Jumat (4/3/2016), di Kantor Technology Business Innovation Center (TBIC) Puspiptek, Jalan Raya Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Nasir menjelaskan kontribusi Iptek terhadap pembangunan ekonomi perlu menjadi prioritas seluruh pemangku kepeningan Iptek, baik Pemerintah, pelaku penelitian dan pengembangan (Litbang), perguruan tinggi, pelaku usaha, lembaga penunjang, dan masyarakat luas. Salah satunya dengan mengoptimalkan kembali atau merevitalisasi Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional.

Dalam rangka memberikan kontribusi untuk perekenomian,  kata Nasir, aspek pemanfaatan, komersiaslisasi, dan hilirisasi teknologi mutlak sangat diperlukan. "Fungsi Puspiptek diarahkan selain untuk memperkuat aspek riset dan pengembangan teknologi, juga memperkuat aspek hilirisasi dan komoersialisasi serta bisnis teknologinya," ujarnya.

Salah satunya upaya untuk memperkuat aspek hilirasi dan komersialisasi hasil riset, dibukalah Zona Bisnis Teknologi di Kawasan Puspiptek. Zona bisnis yang diresmikan oleh Menristekdikti, dan dihadiri oleh Perwakilan Pemerintah Daerah, Kepala LPNK, perguruan tinggi, perwakilan kementerian, Kepala BUMN, serta asosiasi ini, didedikasikan untuk aktivitas penguatan inovasi berbasis teknologi hasil litbang.

Oleh karena itu, area ini diharapkan akan menjadi sentra kolaborasi para peneliti, perekayasa dan pelaku usaha dalam menciptakan dan mengembangkan produk inovasi, yang selanjutnya dapat diproduksi massal dan dipasarkan secara luas.

 Menristekdikti berharap dengan keberadaan area ini akan lahir banyak Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) yang lahir dan berkembang melalui proses inkubasi bisnis teknologi yang dilakukan di fasilitas Technology Business Incubation Center (TBIC).

Nasir  mengungkapkan perusahaantersebut jika sudah luas nantinya akan menjadi bagian dalam pengembangan ekonomi daerah khususnya di wilayah Tangerang Selatan, Bogor dan sekitarnya. "Dalam rangkaian peresmian Zona Bisnis Teknologi Puspiptek, juga sekaligus kick off kegiatan inkubasi bisnis teknologi yang dilakukan di Gedung TBIC Puspiptek tahun 2016," katanya.

Sementara itu, kegiatan inkubasi bisnis teknologi ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak PPBT yang tumbuh khususnya di zona ini. Pada tahap awal, kolaborasi yang sedang ditumbuhkan di zona ini adalah inovasi produk-produk life, sciences yang dilakukan oleh konsorsium riset vaksin nasional di fasilitas Indonesia Life Sciences Center (ILSC) yang juga berada Zona Bisnis Teknologi.

Pproduk inovasi yang strategis dan unggul, juga diharapkan akan muncul di kawasan Zona Bisnis Teknologi Puspiptek, melalui kolaborasi lembaga litbang dengan industri. "Fasilitas ini adala laboratorium bersama bagi peneliti dari lembaga litbang, perguruan tinggi, dan industri terkait," ujar Nasir.

Nasir mengatakan Zona Bisnis Teknologi Puspiptek juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat bagi IKM maupun industri yang akan mengembangkan bisnisnya di kawasan ini dan masih memerlukan sinergi dengan laboratoria di Puspiptek. "Namun, ke depan industri besar dapat menempatkan R&D Center-nya di Zona Bisnis Teknologi Puspiptek. Dengan demikian, Puspiptek dapat menjadi model Science and Teknology Park (STP) nasional yang ideal," katanya. (dade)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top