ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Opung Boru Marbun: sudah berusaha datang pagi.    
(Foto: Syafril Elain, TangerangNET.Com)  
NET – Pasien pemegang kartu Badan Penyelenggara Jasa Sosial (BPJS) Kesehatan yang datang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang semakin banyak yang kecewa. “Bah, kenapa sudah tutup. Sekarang baru jam 09:00,” ujar Opung Boru Marbun ketika pendaftarannya ditolak, Kamis (25/2/2016).

Opung Marbun yang datang dari Ciledug dengan mengenakan tongkat itu, sulit menerima kenyataan bahwa Poli Penyakit Dalam RSUD Kota Tangerang tidak lagi menerima pasien untuk berobat. “Aku ini kan sudah tua kenapa tidak dapat boleh berobat ke sini,” ucap Opung Boru Marbun dengan logat Bataknya.

Opung tersebut sudah berupaya datang dari Ciledug pagi hari, agar dapat berobat dengan penyakit stroke. Namun apa daya, petugas pemberi nomor antrean sudah menyatakan pelayanan sudah tutup.

“Jangan begitulah, aku sudah tua ini harusnya diberi pelayanan. Ini justru ditutup. Anak aku ada yang polisi, apa perlu dia ku suruh ke sini,” ungkap Opung dengan nada kesal.

Rasa kecewa dan marah itu dialami pasien penyakit dalam lainnya. “Lho sudah tutup ya,” tutur Turmudi, warga Taman Royal, keheranan.

Pasien penyakit dalam terus berdatangan tapi petugas pemberi nomor antrean tetap tidak mau melayani karena jumlah pasien sudah mencapi 45 orang. “Saya hanya menjalankan perintah. Bila pasien sudah mencapai 45 orang, pasien berikutnya tidak bisa diterima,” tutur Mulyani, yang mengenakan uniform biru dongker tersebut. (ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top