ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

(Foto: Istimewa) 
NET - Pasca terjadinya Bom di Mal Sarina, Jakarta, kembali membuka luka lama  traumatik masyarakat secara nasional. Tidak terkecuali dengan  warga  Tangerang

Berdasarkan pemantau di lapangan, begitu teror bom meledak di Provinsi yang di pimpin oleh Ahok alias Basuki Tjahaya Purnama, jalan-jalan dan obyek vital di Kota maupun kabupaten Tangerang terlihat lengang.

Masyarakat memilih tinggal di tempat-tempat kerjanya atau  rumah-rumah mereka, karena was-was akan terjadinya teror bom di wilayah tersebut. "Kalau sudah begini, kami kuatir untuk keluar rumah, selain beraktifitas di kantor," kata Nunung, karyawati sebuah perusahaan di kawasan, Jatake, Kota Tangerang, Banten, Kamis (14/1/2016).

Senada pula dengan herman, warga Cipondoh, kota Tangerang. Bapak dua orang anak  itu mengaku rasa traumanya akan bangkit kembali jika ada ledakan bom. "Dulu ketika ada bom bunuh diri di mobil Box depan Kedutaan  Auistralia di Jakarta, kami merasa trauma, sehingga disaat kami naik motor dan ada mobil box tertutup yang melintas, saya memilih menbjauh lantara takut mobil itu akan meledak ," kata dia.

Sekarangpun  begitu, ketika teror bom meledak di termpat-tempat obyek vital seperti mal, kata dia, diapun takut untuk datang ke tempat-tempat  perbelanjaan. Berdasarkan pemantauan di beberapa ruas jalan yang lengang sesaat terjadinya Bom di Sarina, Jakarta, diantaranya Jalan Boulevat Lippo Karawaci, Imam Bonjol, Perintis Kemerdekaan dan Jalan Jendral Sudirman. Begitu pula dengan mal-mal yang ada di sepanjang jalan tersebut. Petugas kepolisian, baik yang berpakaian preman dan seragam juga tampak berjaga-jaga di mal-mal itu (Man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top