ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Ilustrasi di luar karaoke GW.
(Foto: Istimewa)   
NET - Terkait dugaan adanya tarian telanjang (striptis) di tempat hiburan malam "karaoke Gread Western (GW)" di  Jalan Thamrin Km 2,7. Kebon Nanas, Kota Tangerang, Banten, membuat  pengelola tempat hiburan tersebut "bungkam".

Bahkan mereka memperketat para pemandu karaoke  agar tidak melayani setiap pelanggannya seperti biasa. "Biasanya kalau pemandu itu menemani kita sedang karaoke, minimal bisa memegang tangannya. Tapi setelah beredar berita bahwa di karaoke tersebut ada tarian telanjang,  tidak bebas lagi. Suasananya menjadi kaku dan tidak nyaman," ungkap  salah seorang pelanggan karaoke GW yang tidak mau disebut namanya.

Dan sekali-sekali, masih kata sumber tadi, pemandu lagu itu dipanggil oleh pengelola agar mereka membatasi diri kepada setiap pelanggannya. "Ya, dengan suasana seperti itu juga membuat kita tidak nyaman," tutur laki-laki berbadan kurus itu. 

Menyikapi hal itu beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Tangerang mendesak kepada Pemerintah Kota Tangerang agar menindak tegas tempat hiburan GW. Pasalnya, selaian keberadaan mereka melanggar norma-norma yang ada, juga merusak kaidah Kota Tangerang yang bermotto Ahlakul karimah.

"Dalam hal ini, Pemda Kota Tangerang harus bertindak tegas hingga sampai ke pencabutan izin operasional tempat hiburan itu,"  ujar  Hasanuddin Bije, Koordinator  Lembaga Kajian Pemerintahan Indonesia (LKPI).

Samahalnya dengan Ade Yunus, Ketua Jaringan Nurani Rakyat (Janur) yang mengatakan  sebagai kota yang ber-Ahlakul Kharimah dan memilik Perda No. 8 tahun 2015, tentang pelarangan pelacuran, Kota Tangerang, harus bertindak tegas terhadap tempat hiburan itu.

"Di dalam ketentuan Perda itu sudah jelas dan harus dilaksanakan dengan baik," ucap Ade Yunus, sembari menambahkan apabila tempat hiburan itu didatangi dan ditanya soal apa yang telah mereka langgar, tentu tidak akan mengaku.

"Ya, mana ada maling ngaku," imbuh Ade dengan singkat.

Begitupula dengan barang bukti berupa foto atau gambar  tarian telanjang di lokasi tersebut. Tentu, kata Ade Yunus, sulit diberikan, mengingat saat mereka menyajikan tarian telanjang, konsumen selalu dijaga oleh  mereka agar tidak megambil gambarnya.

Namun yang jelas, kata dia, persoalan tempat hiburan itu yang bisa menyajikan tarian telanjang, bukan rahasia umum lagi. Sementara itu, hingga berita ini disusun, Jumat (28/1/2016) malam, pihak pengelola karaoke GW ketika dikonfirmasi bungkam. Bahkan ketika dihubungi, telepon genggam  Benny (Manager Karaoke GW)  aktif tapi tidak diangkat  dan ketika dikirim SMS-pun tidak dijawab. (man)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top