ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Nurul dan Fitri: diancam akan dibuang ke laut.  
NET – Bayang-bayang tindak kejahatan yang dialami Nurul Isfahdyani binti Supriyatin Hidayat, 25, belum bisa hilang dari ingatannya. “Saya masih trauma kalau pergi sendiri. Saya ditodong lalu dibuang, Mas,” ujar Nurul kepada TangerangNET.Com, Minggu (6/12/2015).

Peristiwa yang membuat gadis manis tersebut sulit hilang dari ingatannya yakni pada 16 Juli 20015 ketika pulang kerja dari Slipi, Jakarta Barat. Kala itu, dia berdua dengan Fitri hendak pulang ke rumah di Perum Karawaci, Kota Tangerang.

Kedua rekan akrab itu pun menunggu angkutan umum di depan halte Slipi Plaza. Kemudian melintas mobil pribadi Toryota Avanza menawarkan untuk mengangkut penumpang. “Kami berdua ketika itu tidak menaruh curiga. Kami anggap pengemudinya baru pulang kerja sehingga sekalian bawa orang kerja pulang. Kami pun naik,” tutur Nurul yang selalu ceria.

Namun, setelah keduanya naik sudah ada tiga orang laki-laki selain supir. Kemudian mobil Avanza yang mereka tumpangi itu melaju kencang dan masuk ke jalan tol. Setelah mobil di jalan tol, rupanya penumpang laki-laki adalah komplotan penjahat yang mulai menjalankan aksinya.

Awalnya, kata Fitri, mereka berkenalan dan setelah itu mulai menanyakan nomor handphone. Para laki-laki tersebut yang belakangan diketahui bernama Wahyu, Israil, dan Badri serta Ari Nafudin yang bertindak sebagai supir, adalah penjahat .

“Kami mulai diancam dengan todongan pisau. Kami pun ketakutan dan tidak bisa minta tolong karena handphone mereka ambil,” ungkap Nurul.

Aksi selanjutnya, kata Fitri,  perhiasan berupa kalung dan cincin diambil. “Saya tadinya tidak mau menyerahkan. Akhirnya jari  jempol saya ditusuk dengan pisau dan ke luar darah,” ungkap Fitri.

Dalam kondisi begitu, Nurul dan Fitri semakin ketakutan sehingga apa pun yang mereka minta diserahkan mulai dari handphone, gelang, kalung, uang, dan dompet yang berisi  kartu bank ATM (Anjungan Tunai Mandiri). “Kalung sebelum diambil, diraba-raba dada saya. Sial memang perampok itu,” tukas Nurul yang kini selalu ditemani ibunya bila berpergian.

Setelah semua yang ada di tas dan di badan diambil perampok, sekujur tubuh dilakban. “Mata kami pun ikut dilakban sehingga tidak tau sampai di mana kendaraan bergerak. Tiba-tiba, saya dibuang di pinggir jalan tol Karang Tengah ,” tutur Nurul lirih.

Nurul pun berupaya minta tolong sambil melepaskan lakban yang mengikat sekujur tubuh sementara hari sudah larut malam. Nurul setelah melapaskan lakban, ingin naik ankutan. Namun saat menyetop angkutan umum dan pribadi tidak ada yang. Syukur, Nurul diketemukan polisi yang bertugas di Posko Mudik Lebaran.

Nurul pun dibawa ke Posko Lebaran dan akhirnya dibawa ke Polda Metro sekalian membuat laporan. Dari Polda Metro Jaya barulah Nurul menyadari uang simpanan di bank ikut diambil para perampok tersebut sehingga nilai kerugian mencapai Rp 13 juta.

Sementara Fitri dibuang di kawasan Cikeas dan nilai kerugian akibat penodongan tersebut mencapai kerugian Rp 25 juta. “Saya diancam akan dibuang ke laut,” tutur Fitri sedih.

Kini para pelaku penodongan tersebut, diseret ke meja hijau oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Kurniawan, SH di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, dengan majelis hakim diketuai oleh Sigit Triyono, SH.  Tiga orang terdakwa yakni Badri, Israil, dan Ari Nafudin didakwa dengan pasal 365 jo 64 KUHP dengan ancaman hukuman tertinggi 12 tahun penjara.  Sedangkan seorang pelaku lagi yakni Wahyu, masih buron. (ril) 

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top