ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Disain Tangerang Command Center.
(Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika)     
NET - Pemerintah Kota Tangerang akan meningkatkan pelayanan pada masyarakat dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Program baru yang digarap yakni membangun Command Center, yaitu salah satu fasilitas yang sedang dibuat Pemerintah Kota Tangerang dalam rangka menjalankan crisis manajement.

Diharapkan dengan Command Center  aktivitas bisa  terlihat dengan cukup menatap layar komputer saja, yang pengoperasiannya dilakukan para ahli-ahli teknologi komputer. Ini bagai  gambaran situasi di film-film  Hollywood seperti Star Trek.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan bahwa penggunaan Command Center di Kota Tangerang  merupakan upaya menjadikan Kota Tangerang yang berakhlakul Karimah ini menjadi kota cerdas (smart city) . Tujuannya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih baik.

“Tahun ini dibangunn fisiknya dahulu. Pelayanannya  dimulai tahun depan,” ujar Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah.

Tangerang Command Center yang dibangun berada di lantai dasar gedung pusat pemerintahan Kota Tangerang, tepatnya di bawah ruang kantor Walikota Tangerang. Luasnya berukuran 10 x 17,2 meter atau seluas 172 meter persegi. Bangunan ini terbagi menjadi empat ruang. Pertama ruang rapat berukuran 3,5 x 7,2 meter atau 25,5 meter persegi. Kedua ruang operator berukuran 3,5 x 2,5 meter atau 8,75 meter, ketiga  ruang server  21,16 meter atau 4,6 x 4,6 meter persegi  serta  satu lagi ruang command center berukuran  9,3 x 10,9 meter.

“Di ruang command center inlah nanti akan dilakukan pengawasan kegiatan pembangunan, pelayanan, koordinasi hingga pengambilan keputusan  masalah-masalah yang terjadi di lapangan nantinya,” kata Walikota.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Muhtarom menjelaskan TIK yang dibangun ini terdiri atas tiga fungsi Command Center. Pertama sebagai media pengambil keputusan secara cepat, tepat, dan aman secara prosedur.

“Misal soal kemacetan,  melalui Commad Center  inilah pejabat yang  berwenang bisa mengambil keputusan langsung saat  mengurai kemacetan melalui aplikasi yang tersedia dan  terlihat dilayar Command Center ,”ujar Muhtarom.

Kedua, sebagai fungsi media monitoring kegiatan pembangunan. “Melalui  command center, Walikota di sini dapat memonitor langsung, sejauh mana proses dan progres kegiatan pembangunan daerahnya berlangsung,” ujar Muhtarom lagi.

Fungsi  ketiga , Command Center sebagai media pelayanan masyarakat secara cepat. “Dengan Command Center  masyarakat bisa langsung mendapatkan pelayanan yang cepat, seperti mengenai kebersihan, keamanan  maupun ketertiban  yang dibutuhkan,”  terangnya.

 Command Center

Walikota Tangerang Arief  meninjau lokasi  pembangunan TIK.
(Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika)  
Jadi Command Center  merupakan salah satu fasilitas teknologi milik Kota Tangerang yang dibangun secara lengkap dengan berbagai infrastruktur yang dimiliki. Di mana melalui alat ini pejabat berwenang maupun  tim yang ditugaskan bisa memonitor, berkoordinasi maupun memutuskan langsung semua permasalahan maupun kegiatan yang terjadi di Kota  Tangerang, baik kemacetan, kebersihan, drainase maupun kebutuhan masyarakat lain yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.

Muhtarom  selanjutnya mengatakan bahwa Command Center yang dibangun  terdiri atas  13 aplikasi. Secara garis besar  terbagi menjadi dua bagian. Pertama  aplikasi yang berkaitan dengan pelayanan administrasi pemerintahan (E-GOVERNMENT) dan kedua aplikasi yang terkait dengan pelayanan publik.

Fsilitas Command Center digunakan  dalam rangka mewujudkan Kota Tangerang  Smart City, sejalan dengan Tangerang LIVE  (Liveable, Investable, Visitable dan E-City) yang telah digagas Walikota Tangerang. TIK merupakan salah satu bagian penting dari perwujudan Kota Smart City.

Perancangan awal command center dimulai dengan pembangunan pembuatan Dashboard Public Information System (PIS). Dalam PIS , sejumlah aplikasi  dapat ditampilkan secara real time seperti Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Data yang tampil adalah agregat jumlah penduduk Kota Tangerang per kecamatan.

Aplikasi kedua berupa E-Puskesmas yang menampilkan jumlah kunjungan Puskesmas, jumlah kunjungan poli, jenis penyakit dan obat yang paling banyak diresepkan. Selanjutnya ATCS, aplikasi ini menampilkan kondisi lalulintas melalui CCTV yang dikelola Dinas Perhubungan Kota Tangerang.

Aplikasi berikutnya yakni Sistem Informasi Evaluasi dan Pelaporan. Data yang ditampilkan adalah data perkembangan fisik dan progres penyerapan keuangan seluruh organisasi perangkat daerah di Kota Tangerang. Untuk aplikasi ini dibutuhkan username dan password untuk dapat mengaksesnya.

“Aplikasi sudah ada tinggal disatukan menjadi satu kesatuan di command center,” imbuh Muhtarom. (adv)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top