ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Teddy Gusnaidi: kenapa resah?
(Foto: Syafril Elain, TangerangNET.Com)  
NET – Tim Kampanye Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra bidang hukum Teddy Gusnaidi mengatakan tidak perlu ada yang tersinggung ketika  calon Walikota Tangerang Selatan Ikhsan Modjo berbicara soal korupsi.

“Kenapa ketika Ikhsan Modjo menyatakan soal korupsi dan APBD, pada tersinggung? Apakah Ikhsan Modjo menuduh dengan menyebutkan nama pasangan calon lain? Tidak kan? Apakah Ikhsan Modjo menuduh Panwas Tangsel korupsi? Tidak kan?,” ujar Teddy kepada TangerangNET.Com, Senin  (21/9/2015).

Pada acara karnaval kampanye damai yang dilakukan pada 20 September 2015 di Taman Kota 2, Bumi Serpong Damai (BSD) yang diselenggarakan oleh KPU Tangsel, ternyata menimbulkan keresahan dari beberapa pihak yang mungkin merasa kepentingan mereka terganggu, kata Teddy.

Teddy menjelaskan calon Walikota Tangsel  Ikhsan Modjo dalam kampanye politiknya menyatakan  jika dirinya dan Li Claudia Chandra menjadi Walikota dan Wakil Walikota Tangsel, maka tidak akan korupsi dan dana APBD benar-benar untuk rakyat.

“Kenapa resah? Bukankah Ikhsan Modjo dipersilahkan oleh KPU untuk menyampaikan visi misi dan berkampanye? Kenapa ketika beliau menyampaikan visi misi kok ada tim pasangan calon yang protes? Malah Panwaskada Tangsel ikut-ikutan layaknya tim sukses pasangan calon,” tutur Teddy keheranan.

Kalau begitu, kata Teddy, harusnya ada larangan dari KPU Tangsel bahwa pasangan calon dalam orasinya tidak boleh bicara tema korupsi dan APBD. Apakah ada larangan itu? Ternyata tidak ada! Dalam Undang-undang dan Peraturan KPU juga tidak ada! Jadi, kenapa  pada tersinggung? Kenapa Panwas ikut bereaksi?,”  ucap Teddy. (ril)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top