ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Ilustrasi pembayaran PBB tanpa gambar.
(Foto: Syafril Elain, TangrangNET.Com)  
NET – Didgua melakukan kampanye terselubung Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Uus Kusnadi dipanggil Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah (Panwaskada) setempat.

“Surat panggilan sudah kita layangkan dan diharapkan hadir hari Senin di kantor Panwas,” ujar Muhamad Acep, anggota Panwaskada, kepada  TangerangNet.Com, Minggu (6/9/2015).

Acep yang membidangi pengawasan tersebut menjelaskan pemanggilan terhadap Uus Kusnadi untuk mendapatkan klarifikasi tentang dugaan kampanye terselubung dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. Setiap warga Kota Tangsel yang membayar PBB diberikan stiker tanda lunas bergambar Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie.

“Kita ingin mencari tahu kenapa pada stiker pembayaran PBB tersebut ada gambar Airin dan Benyamin yang kini menjabat sebagai walikota dan wakil walikota sekaligus sebagai pasangan calon,” ucap Acep.

Menurut Acep, pihak Panwas menemukan hal tersebut saat membayar PBB. “Dugaan pelanggaran kampanye tersebut adalah temuan bukan laporan dari masyarakat. Temuan segera kami tindak lanjuti,” ungkap Acep yang berbadan gemuk.

Panwaskada Kota Tangsel, kata Acep, selain menangani kasus dugaan kampanye terselebung juga sedang menyelesaikan laporan pengaduan dari masyarakat. Namun, laporan masyarakat tersebut ada yang perlu diperbaiki karena atas nama institusi atau lembaga swadaya masyarakat.

“Laporan dugaan pelanggaran Pilkada harus atas nama perorangan bukan atas nama instutusi. Sesuai undang-undang, laporan harus disampaikan atas perorangan disertai bukti dan saksi,” tutur Acep. (ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar