ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Ketua DPD RI Irman Gusman: terlibat pemisahan.
(Foto: Syafril Elain, TangerangNET.Com)  
NET – Tujuan kemerdakaan adalah meningkatkan kesejahteraan kesejahteraan rakyat dan begitu pula tujuan Provinsi Banten memisahkan diri dari Jawa Barat. “Kalau rakyat di sini (Banten-red) tidak sejahtera, buat apa Provinsi Banten didirikan,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Daerah Repbulik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman di Kota Tangerang, Selasa (29/9/2015).

Kehadiran Ketua DPD RI itu di Kota Tangerang untuk rapat koordinasi sinkronisasi aspirasi daerah dalam rangka konsolidasi anggota DPD RI Provinsi Banten dengan pemangku kepentingan di Provinsi Banten. Acara tersebut dihadiri oleh dua anggota DPD RI H. Subadri dan Habib Ali Alwi, dan Gubernur Banten Rano Karno.

Selain itu, juga hadir seluruh Satu Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari delapan kabupaten, kota, dan provinsi.  Acara diisi oleh Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Muluk, mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta mewakil Menteri Tenaga Kerja.

“Saat rencana dan proses memisahkan diri Banten dari Jawa Barat, saya ikut terlibat karena waktu itu sudah menjadi anggota MPR (Majelis Permusyarawahan Rakyat-red). Jadi, paham betul bahwa mendirikan Banten adalah untuk mensejahterakan rakyat,” ungkap Irman Gusman.

Peran DPD, kata Irman, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yakni mendorong peningkatan perekonomian  Banten. “Kalau selama ini pabrik yang tersebar di wilayah Banten, kita berharap kantor juga ada di Banten dan jangan di Jakarta,” tandas Irman.

Potensi Banten yang luar biasa, kata Irman, selayaknya dapat meningkatkan peran menjadikan Jakarta kedua adalah Banten. DPD menjadi katalisator tanpa melihat apa latar belakangnya.

Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten bertambah .  BPS Provinsi Banten menyebutkan pada  September 2014, jumlah penduduk miskin di Banten mencapai 649,19 ribu orang atau 5,51 persen.

Jumlah itu meningkat 26,35 ribu orang atau 4,23 persen dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2013 yang hanya sebanyak 622,84 ribu orang atau 5,35 persen. Pada wilayah pedesaan misalnya, angka kemiskinan meningkat sebesar 20,87 ribu orang dari 247,14 ribu orang pada Maret 2014 menjadi 268,01 ribu orang pada September 2014. (ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top