ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Bekas pertokoan di Jalan Ki Samaun, kini jadi lahan parkir
sepeda motor pengguna jasa kereta api: diaspal.
(Foto: Syafril Elain, TangerangNET.Com)  
NET – Sejak dibongkar pertokoan di Jalan Ki Samaun oleh PT Kereta api Indonesia (KAI) empat bulan lalu, lahan tersebut kini dijadikan tempat parkir kendaraan roda dua, sepada motor.  Warga Tangerang yang akan berpergian menggunakan jasa kereta api ke Jakarta, memarkirkan sepeda motor di sana.

Sepeda motor yang parkir di sana dikenakan tarif Rp 6.000 sekali parkir. “Ya, setiap kali parkir dikenakan biaya Rp 6.000,” ujar Bangun Toha kepada TangerangNET.Com, Minggu (13/9/2015).

Bangun Toha adalah petugas parkir yang menjaga sepeda motor  di sana. Toha bersama rekan lainnya, bertugas dari pagi sampai malam. Kendaraan yang parkir di lokasi  tersebut mulai dari pukul 60:30 sampai dengan pukul 21:00 WIB. 

“Meski sepeda motor dari pagi sampai malam parkir di sini,  biayanya tetap Rp 6.000,” ungkap Toha.

Daya tampung parkir kendaraan sepeda motor mencapai 1.100 unit. Setiap hari sepeda motor yang parkir di sana rata-rata mencapai 800 unit. “Dari dibuka parkir di sini, jumlah motor yang parkir  terus bertambah,” ucap Toha.

Selain di bekas bongkaran toko, ada lahan parkir yang berada di dalam area halaman parkir PT KAI. Daya tampung parkir kendaraan di tempat ini sekitar 15 unit kendaraan roda empat dan 1.000 unti sepeda motor.

Begitu juga lahan parkir di luar bekas lokasi toko yakni di pinggir Jalan Ki Samaun, yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang. Pengguna jasa kereta api juga memanfaatkan halaman Mesjid Agung Al Ittihad, di seberang stasiun kereta api untuk memarkirkan kendaraanya.

“Saya hanya menjaga parkir di bekas bongkaran toko ini saja. Kalau di luar pagar sudah beda yang jaganya Pak,” jelas Toha.

Adanya lahan parkir di bekas pertokoan tesebut memudahkan pengguna jasa kereta api. Ikhsan, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Depok, mengaku senang ada lahan parkir yang luas.

“Lumayan sejak ada lahan parkir di  sini. Sebelumnya, saya sulit cari tempat parkir kalau mau naik kereta api.  Parkir di halaman masjid, kalau berangkat siang sudah penuh,” ucap Ikhsan yang kini tengah menyusun skripsi.

Sementara itu, Margo, petugas parkir yang biasa tugas di Jalan Ki Samaun, depan Pendopo Kabupaten Tangerang menyebutkan tidak ada masalah dibuka lahan parkir di bekas pertokoan.

“Beda Mas, kita langsung dibawah Dishub, kalau mereka ke PJKA (PT KAI-red). Saya pun minta uang parkir mobil tidak sampai Rp 6.000. Lebih sering pemilik mobil memberi uang Rp 2.000,” ujar Margo. (ril) 

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top