ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Oleh Dodi Prasetya Azhari SH

Slogan “Mari Menata Tangsel, Rumah Kita Bersama” yang diusung pasangan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie, ternyata tidak dapat terealisasi dan diwujudkan dengan baik. Salah satu buktinya, diperkirakan pada tahun 2015 ini Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) diestimasikan mencapai Rp 754 Miliar.

Hal ini harus dipandang sebagai suatu catatan karena Silpa yang tinggi membuat penyerapan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangsel sangat minim dan jauh dari target. Dan dapat diasumsikan secara logika sederhana bahwa Silpa itu terjadi karena anggaran yang sudah tersedia dan diploting untuk pembangunan tidak dilaksanakan oleh SKPD, dan anggaran untuk menjalankan programnya itu tidak terpakai sehingga tentu pembangunan tidak dapat terealisasi. Lalu bagaimana jika pembangunan baik fisik dan non fisik tidak berjalan, maka yang dirugikan tentu adalah masyarakat. Sehingga apa yang seharusnya didapat oleh masyarakat dalam pemenuhan hak-hak dasar tidak terpenuhi dengan baik.

Konsep menata Tangerang Selatan atau ‘Tangsel Rumah Kita Bersama’ yang didengung-dengungkan duet Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie saya rasa telah gagal, dan itu hanya sebuah instrumen semu yang tidak ada hasil sama sekali.

Kalau pun ada, faktanya persoalan itu justru berbuntut pahit di meja hijau di ujung persidangan seperti yang diketahui oleh semua publik terkait maraknya kasus korupsi pada program inti seperti Kesehatan yang yang selama ini diharapkan masyarakat Tangsel mampu membawa perubahan alhasil tersangkut kasus hukum yang kini tengah ditangani KPK.

Masyarakat Tangerang Selatan mesti obyektif dan lebih jujur melihat hasil buah kepemimpinan Airin, apa yang selama ini dibanggakan, buat masyarakat Tangsel sendiri tidak ada, jangan terbius dengan janji dan kata-kata pemanis.

Lalu kemudian masalah pada bidang kesehatan yang pada Pemilu kemarin selalu menjadi jargon utama kampanye Airin Rachmi Diany kini faktanya menjadi persoalan pahit. Bahkan banyak melibatkan pelaku usaha yang ikut-ikutan “bermain mata” dengan program tersebut saat ini harus puas tersandung kasus korupsi.

Semestinya duet Airin-Benyamien lebih serius dan konsisten dengan janjinya saat kampanye lalu, memangkas birokrasi yang terlibat korupsi. Bukan malah berbalik dengan fakta yang terlihat kini? Empat tahun kinerja Airin – Benyamien diwarnai kasus Korupsi dalam lingkaran pemerintahannya sendiri.

Fakta berikutnya adalah,Pemerintah Kota Tangsel gagal tunjukkan kinerja yang akuntabel. Hal ini pun di buktikan dengan WDP yang diraih oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Memang betul bahwa WDP bukanlah rapor merah tapi WDP bisa menjadi petunjuk bahwa banyaknya prosedur pengelolaan uang rakyat di Tangsel yang bermasalah. Fakta penguatnya adalah berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Banten Nomor 17/LHPXVIII.SRG/05/2015 tertanggal 27 Mei 2015, terdapat banyak kejanggalan dalam pemanfaatan dana penyertaan modal pada PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS).

Bahkan ada dugaan kasus penyimpangan dana APBD di Kota Tangerang Selatan, sebesar Rp 21.780.000.000 yang digunakan tidak sesuai dengan tujuan awal.

Apakah fakta ini ingin kalian pungkiri, dengan jargon-jargon kampanye kalian saat ini ?


Penulis : Ketua Umum Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB)
Tinggal di Kelurahan  Serua, Kecamatan Ciputat,  Tangerang Selatan.




Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top