ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Wahidin Halim: Ahok
memaki-maki saya ketika menata Sungai Cisadane.
(Foto: Dokumen TangerangNET.Com)  
NET – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Wahidin Halim   mengecam tindakan aparat yang represif atas penggusuran  rumah warga di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, yang terkena proyek normalisasi Sungai Ciliwung oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sehingga terjadi bentrokan fisik antara aparat dengan warga bahkan sampai memakan korban.

Pernyataan tersebut disampaikan Wahidin Halim melalui Siaran Pers yang diterima TangerangNET.Com, Jumat (21/8/2015) menanggapi tindakan penggusuran rumah warga di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur

“Ahok tentu ingat, saat saya menjadi Walikota Tangerang dan dia menjadi anggota DPR RI di Komisi II pernah menuding dan memaki maki saya sebagai pemimpin yang dzolim dan tidak punya hati nurani, hanya karena Pemkot Tangerang melakukan penataan dan penertiban bantaran Sungai Cisadane untuk Jalan Inpeksi,” ujar Wahidin yang menjadi Walikota Tangerang periode 2003-2008 dan 2008-2013.

Bahkan saat rapat dengan Komisi II, kata Wahidin, Ahok juga menyebut bahwa di mana-mana Kepala Daerah Korupsi dan selalu menyakiti hati rakyat. Saat itu, Ahok tidak sadar bahwa dia juga pernah menjadi Bupati Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung (Babel) walau tidak sampai 2 tahun.

Sekarang, kata Wahidin, Ahok merasakan benar bagaimana menjadi Kepala Daerah, Gubernur DKI Jakarta yang baru saja mengeluarkan kebijakan penggusuran rumah warga di kawasan  Kampung Pulo. Ahok juga merasakan bagaimana mengeksekusi kebijakan yang berhadapan dengan kepentingan warga tanpa harus menyakiti hati nurani rakyat.

“Hari ini, saya dan kita semua merasa prihatin dan menyayangkan  apa yang terjadi di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, serta mengecam tindakan aparat hukum dan aparat Pemerintah DKI Jakarta yang dipimpin Ahok,” tandas Wahidin gemas.

Wahidin mengatakan, “Walaupun, saat saya jadi Kepala Daerah dan Ahok sebagai anggota Komisi II DPR RI pernah memaki maki dan menuding saya tidak punya hati nurani. Sekarang, Ahok sebagai Kepala Daerah dan saya sebagai pimpinan di Komisi II DPR RI.  Tapi, saya tidak akan memaki-maki Ahok, justru saya berdoa semoga Ahok sadar bahwa mengurus kota dan menangani urusan rakyat itu tidak gampang,” ujar Wahidin.

Sebagaimana   diberitakan    penertiban    rumah    warga    Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, berlangsung ribut dan suasana penggusuran mencekam. Namun, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama    (Ahok)    menegaskan    warga di Kampung Pulo tetap digusur. Dia menyatakan Kampung Pulo tetap digusur. Di Kampung Pulo  ada 927 kepala keluarga   yang   ditertibkan sejak Kami  sampai Jumat (20-21/8/2015). (ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top