Berita Terkini

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

94 Kg Sabu dan 112.189 Butir Ekstasi diselundupkan di Bandara Soeta

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Kanarvian, Dirjen Bea
Cukai Heru Pambudi,  dan pejabat lainnya perlihatkan
hasil tangkapan berupa sabu dan ekstasi.
(Foto: Syafril Elain, TangerangNET.Com)  
NET – Sabu seberat 94 Kg atau senilai Rp 206 miliar yang akan diselundupkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno Hatta (BSH), digagalkan oleh petugas Bea dan Cukai yang bekerjasama dengan Polres Metro Bandara Internasional tersebut.

Dirjen Kantor Bea dan Cukai Heru Pambudi, Kamis (27/8/2015) mengatakan sabu yang diselundupkan melalui Terminal 2-D Kendatangan BSH pada 9 Agustus 2015 lalu itu, berawal dari kecurigaan petugas yang melihat dua orang warga negara Tiongkok atau  penumpang pesawat Malaysia Arlines (MH 377), rute Guangzhou-Kuala Lumpur-Jakarta mendarat di terminal itu.

Setelah dilakukan pemeriksaan pada badan maupun barang bawaan penumpanng, kata Heru, petugas menemukan  10 bungkus plastik berisi sabu dengan berat 6 Kg bruto yang disembunyikan di dalam  koper milik kedua warga negara Tiongkok tersebut.

Akibatnya, kedua orang itu digelandang dan diserahkan ke Polres Metro BSH untuk diproses dan dikembangkan lebih lanjut. Hasil dari pengembangan, petugas  menangkap dua orang
Warga negara Tiongkok lainnya, PCP dan NKF di salah satu hotel dan apartemen di Jakarta, dengan barang bukti sebanyak  88 Kg sabu dan 112.189 butir ekstasi.

"Keempat orang tersangka ini merupakan jaringan  narkotika nternasional," ungkap Kapolres Metro BSH Komisaris Besar  CH Pattopoi sembari menambahkan PCP ditangkap di lantai 3 Hotel Mega Anggrek, Jakarta Barat, setelah yang bersangkutan menerima barang bawaan dari tersangka YMCB dan CWS.

Selain itu, kata Kapolres,  petugas juga mengembangkan ke lokasi yang lain, sehingga akhirnya petugas juga menangkap NKF yang menyimpan sabu seberat 88 Kg dan 112.189 butir ekstasi di Apartemen Green Bay Tower E lantai 10 kamar BL, Muara Karang Pluit, Jakarta Utara.

Para tersangka penyelundup dari Tiongkok.
(Foto: Syafril Elain, TangerangNET.Com)  
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan  maraknya penyelundupan sabu via Bandara Soekarno Hatta, merupakan bukti bahwa Indonesia, khususnya Jakarta  merupakan tempat yang strategis untuik memasarkan barang haram tersebut. Karenanya, harus lebih diantisipasi.

"Ini adalah bukti  bahwa Jakarta masih merupakan tempat yang potensial dalam hal peredaran narkoba”  tandas Kapolda. (man).

Post a Comment

0 Comments