ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Walikota Tangerang: mereka membutuhkan.
(Foto: Istimewa)  
NET -  Pemberian insentif  kepada amil, marbot masjid, guru ngaji, serta RT, RW dan gaji tenaga harian lepas (THL), seperti penyapu jalanan  lebih didahulukan.  Walikota Tangerang Arief R. Wisamansyah  meminta agar pada  triwulan kedua atau pada awal Juli ini bisa dilaksanakan sehingga mereka bisa manfaatkan untuk membeli berbagai kebutuhan menjelang  Lebaran.

"Kalau PNS (pegawai negeri sipil-red)  ada gaji ke-13. Bukan masalah besarannya, tapi manfaatnya buat mereka sangat besar," tutur  Arief  saat memimpin rapat evaluasi bulanan di Ruang Akhlakul Karimah, Rabu (01/7/2015).

Arief  kembali mengingatkan para pegawainya untuk selalu bekerja efektif serta efisien dalam mengatur dan melaksanakan kegiatan pembangunan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Buat rencana realisasi selama 1 tahun, agar kita bisa proyeksikan kegiatan yang menjadi prioritas dan kegiatan yang perlu penyesuaian ,"  pinta Walikota

Dengan format perencanaan tersebut, kata Arief,  dapat diambil langkah antisipasi dan dapat dijadikan sebuah indikator kinerja setiap OPD sehingga dapat dilihat seberapa jauh upaya yang telah dilakukan OPD.  "Penyerapan anggaran harus dapat dilaksanakan seoptimal mungkin. Apalagi kegiatan yang membutuhkan waktu dan anggaran yang besar agar dapat diserap sesuai rencana dan waktunya," paparnya.

Dalam rapat tersebut, Arief membahas untuk penanganan banjir 2016, di antaranya soal pengerukan sungai.  OPD terkait harus dapat membangun komunikasi, koordinasi untuk kemudian bekerjasama dengan  perangkat yang ada untuk dapat membantu percepatan pelaksanaannya. Misalnya, bekerjasama dengan pihak TNI seperti halnya yang juga dilakukan Pemprov. DKI Jakarta.

"Cuaca akhir-akhir ini sulit diprediksi, kita harus antisipasi dan cegah.  Jangan nunggu sampai banjir," pungkasnya.

Kemudian kepada setiap OPD yang melakukan kegiatan pengadaan pada  triwulan keempat, Walikota meminta agar dapat ditarik ketriwulan ketiga. Dengan demikian persiapannya bisa lebih lama, mengingat begitu banyaknya ketentuan lelang yang dapat berdampak pada gagal lelang.

"Terlalu sempit waktunya kalau proyeknya dilaksanakan pada triwulan keempat, butuh persiapan dan sebagainya," terangnya seraya mengatakan itulah pentingnya membuat laporan rencana tahunan buat memudahkan kerja, sasaran dan targetnya semakin jelas serta terukur. (dang)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top