ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Emak Rami: boro-boro dapat THR.
(Foto: Angga, TangerangNET.Com)  
NET - Jika sebagian besar petugas kebersihan di Kota Tangsel mendapat upah yang layak, namun tidak dengan tukang sapu di Taman Kota 1, Bumi  Serpong Damai (BSD).

Di Taman Kota 1 tersebut,  ada  9 orang tukang sapu yang memulai pekerjaannya dari jam 08:00 sampai pukul 15:00 WIB itu, tidak mendapat gaji yang layak sebagaimana mestinya.

Emak Rami, 76, seorang nenek tua yang sudah bekerja selama 8 tahun sebagai tukang sapu di Taman Kota 1 pasrah akan gaji minim yang diterimanya.

"Gajian  Rp100 ribu setiap seminggu sekali.  Ya kalau dibilang kurang mah kurang banget. Yang penting masih bisa makan aja," ucap Emak Rami miris.

Saat dimintai keterangan mereka mengaku bekerja sebagai tukang sapu di Taman Kota di bawah naungan perusahan bernama CV. Gema Kumala. Mereka juga mengaku bahwa tidak pernah tahu siapa nama pemilik perusahaan tersebut.

"Boro-boro kenal sama bos, kantornya aja kita kaga tahu. Kalau gajian juga udah kaya nagih utang. Dibagiinnya juga di sini (Taman Kota-red)sama Mandor," ujar Emak Rami.

Saat ditanya terkait Tunjangan Hari Raya (THR) yang diberikan oleh perusahaan kepada Ema Rami. "THR kalau kaga diminta juga kaga dikasih. Sekalinya dikasih ya cuma Rp100 ribu, kaga pake bingkisan apa-apa," ucap Emak Rami.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Kabid Penempatan Kerja Dinsosnakertrans Tangsel  Suyatman Ahmad mengatakan, "Wah kalau itu, saya belum tahu apakah perusahaan tersebut tercatat di Dinsosnakertrans atau tidak. Karena, saya harus mencari dulu datanya. Kan tidak hanya satu atau dua perusahaan saja yang tercatat di sini".  (re/ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top