ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Miranda Swaray Goeltom: hirup udara segar.
(Foto: Istimewa)
NET - Terpidana kasus suap cek pelawat (traveller cheque) kepada anggota DPR RI untuk pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Miranda Swaray Goeltom, bebas dari penjara. Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Akbar Hadi membenarkan bebasnya terpidana korupsi tersebut dari LP Tangerang.

"Ya benar, hari ini Ibu Miranda Goelltom bebas murni dari Lapas Wanita Tangerang. Ke luar Lapas sekitar pukul 07.30 WIB," kata Akbar ketika dihubungi wartawan, Selasa (2/6/2015).

Miranda telah menjalani pidana penjara selama tiga tahun di dalam bui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang. Dia ditahan sejak 1 Juni 2012 silam. "Selama proses pembinaan belum pernah mendapatkan remisi," ujar ujar Akbar.

Sebelumnya, pada  25 April 2013, Miranda diputus bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dengan hukuman tiga tahun penjara. Dia terbukti melanggar pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Miranda bersama Nunun Nurbaeti terbukti menyuap anggota DPR periode 1999-2004 sebagai pelicin kariernya menjadi Deputi Gubernur Senior BI pada 2004.

Pada tingkat banding, majelis hakim pengadilan tinggi memperkuat putusan tersebut. Tak terima putusan tersebut, Miranda mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Naas, MA menolak kasasi yang diajukan mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini.  Majelis hakim yang terdiri atas Artidjo Alkostar, Mohammad Askin, dan MS Lumme menguatkan putusan.pengadilan tinggi bahwa Miranda terbukti menyuap anggota DPR.


Kasus serupa tak hanya menyeret Miranda dan Nunun tetapi juga politikus PDIP sekaligus anggota DPR periode 1999-2004, Panda Nababan, Hamka Yamdhu, Dudhie Makmun Murod, dan lainnya. (ril/cnni)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top