ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Airin Rachmi Diany: belum memberi tanggapan.  
  (Foto: Erwin Silitonga, TangerangNET.Com)  
NET - Mahasiswa Tangerang Selatan (Tangsel) yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa UIN (KMU) menantang Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) menangkap Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, karena terindikasi korupsi dalam kasus alat kesehatan (Alkes).

Juru bicara KMU Deni Iskandar menuntur keberanian petugas  KPK untuk menciduk Airin dari Tangsel karena keterlibatan Airin dalam mega korupsi yang dilakukan oleh dinasti Atut harus dibongkar, salah satunya soal alkes. "Apakah KPK berani menangkap Airin, kami sebagai mahasiswa Tangsel sangat berharap besar," katanya kepada wartawan, Selasa (26/5/2015).

Bila KPK berani menangkap istri Tubagus Chaerul Wardana (TCW) alias Wawan, mahasiswa KMU angkat jempol dan memberikan aspirasi kepada KPK yang berhasil menghapuskan korupsi di Tangsel. "Kami hanya menginginkan Airin diproses hukum, karena sudah jelas-jelas terlibat kasus alkes," ungkapnya.

Senada disampaikan Sureza Sulaiman, komite aksi KMU,  Airin telah gagal membawa Tangsel pada perbaikan yang nyata. Kegagalan itu dapat dilihat dari pembangunan di Kota Tangsel yang masih jauh dari sasaran.

Sureza  menyatakan selama Airin memimpin Tangsel angka kemiskinan naik sebesar 0,77 persen, sementara APBD Tangsel terus naik  tiap tahunnya hingga Rp 2,8 triliun. "Ada atau tanpa Airin, Tangsel tetap sama. Airin tidak membawa perubahan apa pun," pungkasnya.

Masalah korupsi sudah jelas Airin tersangkut kasus alkes. Jadi sudah sewajarnya KPK mengadili dan menangkap. Kalau dibiarkan bebas dipastikan korupsi di Tangsel  tidak akan pernah habis. "Kami meminta KPK tangkap Airin, jangan pernah ragu-ragu kalau bisa sikat semua pejabat korupsi di Tangsel, " tandasnya.  

Atas desakan mahasiswa tersebut, Airin ketika diminta tanggapannya, belum memberikan jawaban. 
(win)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top