ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Maryono, mengaku bertemu orangtua siswa.
  (Foto: Erwin Silitonga, TangerangNET.com)  
NET - Kepala SMPN 3, Kecamatan Ciputat Timur,  Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga terima uang suap jutaan rupiah dari orangtua siswa. Hal ini terkait dengan indikasi meloloskan salah seorang peserta Ujian Nasional (UN) yang tersangkut penyalahgunaan narkotika dan absen dari proses belajar selama satu semester.

Dugaan  telah terima uang suap terhadap Kepala SMPN 3 tersebut  dari orangtua siswa,  DWP. Hal ini diungkapkan oleh ayah DWP yakni Supratejo.

Dikatakan Supratejo, saat dimintai keterangan media ini terkait hal tersebut menjelaskan berapa pun harga yang diminta pihak sekolah akan diberikan asal  keinginan anaknya dipenuhi  yakni dapat mengikuti ujian dan bisa lulus dari sekolah. Perkataan orangtua siswa tersebut menjadi kecurigaan bahwa pihak sekolah sudah menerima uang yang diberikan oleh perantara  orang tua siswa yang berinisial H, yakni  anggota salah satu partai politik.

“Kenapa anak kami tidak bisa ikut UN?  Apakah uangnya kurang banyak? Mau berapa pun diminta pihak sekolah, kami akan kabulkan asalkan anak kami bisa mengikuti UN,” ungkap Supratejo saat mendatangi wartawan di Wisma Tamu Puspiptek, Kecamatan Setu, Kota Tangsel.

Sementara, saat dimintai keterangan menyangkut hal tersebut, Kepala SMPN 3 Kota Tangsel Maryono membantah telah terima uang suap yang diberikan dari orangtua siswa yang dimaksud. Bahkan, dia menegaskan tidak pernah menerima uang sepeser pun dari orangtua tersebut.

Bahkan, Maryono menuding balik orangtua siswa DWP, jangan asal tuduh. Hanya, ia membenarkan bahwa tadi pagi, pihak orangtua yang dimaksud mendatanginya untuk mengucapkan terima kasih.

“Memang anak itu mengikuti ujian sejak awal. Mau ikut ujian ya silahkan saja. Tapi, saya pastikan anak itu tidak akan lulus, karena sudah menyalahi prosedur,” tegas Maryono.

Sebelumnya, siswa SMPN 3 bernama DWP dipastikan tidak bisa ikut UN lantaran sudah tidak masuk sekolah selama satu semester. Namun, saat UN berlangsung DWP  hadir dan   mengikuti UN setelah orangtua dan anggota partai politik mendatangi sekolah. Hal ini  membuat besar dugaan bahwa ada lobi-lobi deal antara pihak sekolah dan perwakilan orangtua siswa.  (win)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top