ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Gedung SMPN 8: khawatir rubuh.
  (Foto: Erwin Silitonga, TangerangNET.Com)   
NET - Masalah bangunan  harga miliaran rupiah gedung SMPN 8 Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dibiarkan menjadi kumuh dan tempat  ayam berkeliaran, ternyata sudah dapat sorotan dari Komisi II DPRD Tangsel.

Anggota DPRD dari komisi II yang membidangi masalah pembangunan Tarmizi mengatakan bangunan yang dibangun satu tahun lalu, dan tidak digunakan dalam proses belajar mengajar akibat bangunannya tidak bagus dan terlihat sangat rapuh. Alasan ini diketahui saat komisi II memanggil Kepala Dinas Pendidikan Mathoda untuk menjelaskan bangunan sekolah yang tidak dipakai.

"Mathoda sendiri yang mengeluhkan kondisi fisik yang rapuh. Atas keluhan warga, pihak sekolah dan orangtua siswa sehingga sekolah tersebut tidak dipergunakan  sebelum direnovasi, takut nanti sekolah rubuh dan ada korban jatuh,"  ungkap Tarmizi  kepada TangerangNET. Com, Selasa (26/5/2015).

Ditambahkan Tarmizi, karena bangunan ini menggunakan anggaran APBD,  sangat menyayangkan bangunan yang  bernilai miliaran rupiah ini tidak dipergunakan. "Masalah bangunan ini harus ada hukuman dan penghargaan  terhadap pemborong bangunan, dinas terkait juga jarus koreksi betul kinerja para pemborong," ungkapnya.

Pria berkacamata ini menegaskan sebagai anggota komisi II, akan mendesak ketua komisi untuk secepatnya melihat langsung ke lokasi untuk memanggil dinas terkait untuk mempertanggungjawabkan bangunan yang tidak terurus ini.

"Intinya, pemborong sekolah ini harus di black list dan harus mampu mempertanggungjawabkan," tandasnya.  (win)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top