ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Sachrudin menyaksikan uji beras plastik dengan cara tradisional.
  (Foto: Istimewa)  
NET - Mengantisipasi peredaran beras sintetis atau yang dikenal sebagai beras plastik yang beredar di beberapa daerah, Pemerintah Kota Tangerang beserta jajarannya kembali melakukan inspeksi mendadak ke beberapa toko  beras dan gudang beras.

 Wakil Walikota H. Sachrudin menyatakan sejauh ini di Kota Tangerang belum ditemukan ada toko yang menjual beras sintetis karena masih menunggu hasil laboratorium. Upaya ini adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengonsumsi beras.

"Ada atau tidaknya kejadian ini, secara periodik, kami memang melakukan pemantauan, pengawasan serta pembinaan kepada para pedagang," ujar Sachrudin.

Jika melihat beberapa sampel beras yang sudah diambil oleh Dinas Kesehatan, kata Sachrudin, secara ciri-ciri tidak mengarah pada beras sintetis. Berdasarkan tes yang langsung dilakukan petugas Dinas Kesehatan dengan merendam beras di dalam kantong plastik es berisi air, tidak nampak ada yang mengapung. Jika mengandung unsur plastik tentu bobotnya agak ringan. Jika direndam air pasti akan mengapung.

"Mudah-mudahan di Kota Tangerang aman dan pedagangnya pada jujur," harap Sachrudin.
Kalau mau dagang dan mendapatkan untung, imbau Wakil Walikota, janganlah dengan cara-cara yang dapat merugikan dan membahayakan kesehatan orang lain.  "Kalau mau jualan yang jujurlah,  biar berkah," pesannya.

Wakil Walikota juga menghimbau agar masyarakat jadi konsumen yang cerdas dengan senantiasa teliti dan berhati-hati sebelum membeli barang apa pun itu.

Pada sidak tersebut, Wakil Walikota didampingi  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H. Sayuti, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Mumung Nurwana, Wakasat Reskrim Kompol. Suyono, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kodrat serta Dinas Kesehatan. Rombongan mendatangi beberapa toko yang berada di Pasar Anyar dan sekitarnya dengan mengambil beberapa sampel beras dari toko Beras Sin Haf, Hendrik, Uun, dan toko Vivi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H. Sayuti  mengatakan sidak tersebut dilakukan untuk  kedua kalinya setelah sidak pertama pada 20 Mei lalu. “Kami ingin pastikan bahwa masyarakat Kota Tangerang aman dalam mengonsumsi beras. Kenali ciri-ciri beras asli yaitu ada hati beras warna putih susu, pecah meski hanya berapa persen, dan warna buram karena bekatul,"  terang Sayuti.

Kemudian, Wakasat Reskrim, Polres Metro Tangerang Kota Suyono menerangkan jika terbukti ada pedagang yang menjual beras sintesis tentu  segera ditindaklanjutinya. “Bila ditemukan, kami dengan melakukan pemeriksaan hingga menjatuhkan hukuman sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oknum pedagang,” ucap Suyono tegas.

Sebagaimana diketahui,  berdasarkan hasil uji lab beras di Bekasi terdapat senyawa kimia polyvinyl chloride yang biasa digunakan dalam pembuatan pipa PVC dan kabel listrik. Selain itu, mengandung bahan pelentur plastik (plastiser) agar mudah dibentuk seperti Benzyl Butyl Phtalate (BBT), Bis 2-ethylhexyl Phtalate (DEHP) dan Diisononyl Phtalate (DNIP). Tiga senyawa yang sudah dilarang di dunia internasional.

Bahkan di Eropa,  terdapat 17 senyawa kimia yang tidak boleh terkandung dalam produk yang dimakan manusia. Dari jumlah itu tiga di antaranya terdapat dalam beras imitasi yang ditemukan di Bekasi, Jawa Barat, beberapa hari lalu. (ril)

Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Masukkan Komentar

Ad Inside Post


Top