ads


PPID Provinsi Banten

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Baca Juga

Shaleh MT, baju putih berkopiah, bincang-bincang usai diuji.
  (Foto: Erwin Silitonga, TangerangNET.com)   
NET - Ir. HM Shaleh, MT, bakal calon Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku untuk mendongkrak suara terbanyak  melakukan sosialisasi door to door ke rumah masyarakat di Tangsel untuk mendekatkan diri ke masyarakat sampai dengan sosialisasi dengan menjadi khotib masjid se-Tangsel.

"Saya akan  sosialisasikan  door to door agar masyarakat  Tangsel, mengenal siapa saya," ungkap Shaleh saat ditemui di Komplek Puspitek, Setu selesai mengikuti fit and proper test dari DPD PAN Tangsel, Sabtu (2/5/2015).

Shaleh menjelaskan bakal calon walikota harus mampu dalam memimpin keluarga, maka maju dalam Pilkada. Hal ini wajib tapi kalau belum mampu  ya jangan, lebih baik urusin keluarga dulu.  “Jadi pemimpin di Tangsel, dapat dilihat dari bakal calon tersebut saat menjadi pemimpin rumah tangga.  Bagaimana mungkin dapat menjadi pemimpin Tangsel kalau saya belum mampu memimpin keluarga,"  ujar Shaleh mencontohkan.

Selain itu, Shaleh MT juga menambahkan akan menawarkan diri menjadi khotib dari mesjid ke mesjid di Tangsel. Tujuannya, agar bisa keliling dari mesjid ke mesjid untuk sosialisikan diri, dengan ukhuwah islamiyah lebih kuat.

Pria yang akrab disapa babe ini mengaku sejak memasang spanduk atau bener di Tangsel, banyak dari tokoh masyarakat mengontaknya. “Masyarakat antusias  melihat pencalonan saya. Untuk wilayah Pamulang, Ciputat, dan Ciputat Timur, saya yakin banyak yang masih mengenal sosok saya. Mungkin untuk wilayah Serpong , Setu yang mesti digencarkan dan sosialisasikan kembali,” ujar Shaleh.

Sementara itu, Ketua DPP PAN Ali Taher sebagai tim penguji  fit and proper test menyatakan  sosok Shaleh MT merupakan tidak asing bagi dirinya. Selain pernah menjabat sebagai Pjs Walikota Tangsel  juga merupakan pelopor motto Tangsel Cerdas, Modern, Religius.

"Bila saya yang menentukan Pak Shaleh MT pasti saya luluskan. Apalagi hadir di sini dari unsur DPP, DPW, dan DPD serta dari panitia seleksi balon walikota, maka dari itu wajib diduga Pak Shaleh lulus dari fit and proper test  dari partai PAN," tandasnya. (win)


Tangerang NET

Berita Tangerang Untuk Dunia
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

1 Komentar:

  1. Jika ada seorang yg mengaku sebagai tokoh/apalagi ulama (ketua DKM). Tetapi mengambil hak waris dri anak2 yg didzolimi orang tua, apakah pantas menjadi ulil amri?. Dalil wakaf ternyata bisnis.

    ReplyDelete

Ad Inside Post


Top